Lampung Selatan — Harapan masyarakat pesisir Kecamatan Rajabasa kian nyata. Proyek pembangunan pemecah gelombang (breakwater) di sepanjang garis Pantai Banding–Canti kini menembus progres 80 persen, dan ditargetkan siap melindungi kawasan pesisir pada Desember 2025. Infrastruktur ini menjadi salah satu proyek penting yang dinantikan warga setelah selama bertahun-tahun dihantui abrasi dan gelombang besar yang kerap mengancam permukiman
Proyek Strategis Nasional untuk Memperkuat Ketahanan Pesisir
Pemecah ombak sepanjang 2,4 kilometer tersebut merupakan bagian dari program penanganan kawasan rawan bencana di bawah koordinasi pemerintah pusat. Melalui pendanaan APBN 2025 senilai Rp 27 miliar, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan pesisir Lampung Selatan, khususnya di daerah yang beberapa kali terdampak gelombang tinggi dan pasang ekstrem.
Pelaksana proyek, PT Fata Perdana Mandiri, bekerja penuh selama beberapa bulan terakhir memastikan proses pembangunan sesuai jadwal. Pihak perusahaan menyebutkan bahwa cuaca menjadi tantangan utama yang harus diantisipasi, mengingat intensitas gelombang di perairan Banding–Canti tergolong tinggi, terutama menjelang akhir tahun.
“Alhamdulillah, progres sudah 80 persen. Kami terus berupaya, semoga cuaca mendukung,” ujar Umar, Project Manager PT Fata Perdana Mandiri.
Pengawasan Ketat Demi Kualitas Maksimal
Untuk memastikan standar teknis dan ketepatan waktu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melakukan pengawasan intensif. Sementara proses pengendalian mutu konstruksi dipercayakan kepada PT Gunung Giri Engineering Consultant KSO PT Duta Bhuana Jaya KSO CV Intishar Karya sebagai konsultan pengawas.
BBWS Mesuji Sekampung menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik, tetapi juga ketahanan konstruksi jangka panjang agar benar-benar mampu meredam serangan gelombang dan menghindari kerusakan dini.
Dengan progres yang terus meningkat, masyarakat sekitar mulai melihat harapan baru.
Selama ini, warga di Banding dan Canti kerap mengeluhkan abrasi yang memakan daratan hingga merusak jalan pesisir, tambak, dan permukiman.
Keberadaan pemecah ombak nantinya diharapkan dapat:Mengurangi risiko abrasi setiap tahun
Melindungi rumah penduduk dan fasilitas umum
Menjaga stabilitas aktivitas ekonomi, terutama perikanan, wisata, dan transportasi laut
Menambah zona aman bagi para nelayan untuk sandar saat cuaca burukMendorong perkembangan kawasan pesisir melalui peningkatan rasa aman wargaBagi nelayan setempat, proyek ini dianggap sebagai “benteng harapan.
Banyak di antara mereka yang selama ini terpaksa berhenti melaut pada musim angin barat karena gelombang besar yang berbahaya.
Selain manfaat fisik, proyek ini juga berpotensi memicu pertumbuhan ekonomi lokal. Keamanan pesisir yang meningkat diyakini memudahkan pengembangan wisata pantai, memicu perputaran ekonomi warga, serta memperkuat akses mobilitas barang dan jasa.
Dengan rampungnya pekerjaan pada Desember mendatang, pemerintah berharap kawasan Banding–Canti bisa berkembang menjadi wilayah pesisir yang lebih produktif, aman, dan menarik bagi investasi sektor pariwisata.
Perpaduan antara progres tinggi, dukungan teknis, dan pengawasan ketat menumbuhkan optimisme bahwa proyek ini akan selesai tepat waktu. PT Fata Perdana Mandiri memastikan bahwa pekerjaan akan terus dikebut, dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi agar breakwater dapat berfungsi optimal selama puluhan tahun ke depan.
Jika tidak ada hambatan cuaca berarti, pemecah ombak Banding–Canti akan menjadi “perisai baru” Lampung Selatan pada penghujung 2025 sebuah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat yang lama menunggu solusi perlindungan pesisir. (RED)
