LAMPUNG INDONESIA.Com, Jati Agung, Lampung Selatan– Kondisi rusaknya Jalan Terusan RA Rasyid, Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, menuai keprihatinan masyarakat. Jalan berlubang yang membahayakan keselamatan pengguna jalan tersebut memaksa warga setempat bergotong royong melakukan perbaikan secara swadaya, Kamis (5/2/2026).
Kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama menimbulkan ketidaknyamanan serta risiko kecelakaan lalu lintas. Demi keselamatan bersama, masyarakat berinisiatif mengumpulkan dana dan material untuk menambal jalan yang rusak, meskipun perbaikan dilakukan secara terbatas.
Keprihatinan tersebut turut disuarakan oleh Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Lampung Selatan, Fery Yansyah. Ia menilai belum adanya penanganan serius dari pemerintah daerah terhadap kondisi jalan yang menjadi akses vital masyarakat.
“Warga akhirnya bergerak sendiri. Alhamdulillah dibantu Babinsa untuk pengaturan lalu lintas. Sekitar 40 sak semen, batu kerikil, dan material lainnya digunakan untuk menambal jalan yang berlubang. Ini bentuk kepedulian masyarakat karena jalan ini sudah lama rusak dan sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Fery Yansyah.
Menurutnya, kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Fery berharap Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dapat turun langsung ke lokasi guna melihat secara nyata kondisi infrastruktur yang dikeluhkan warga.
Selain itu, ia juga meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan untuk lebih responsif dan empati terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur jalan.
“Kami berharap Kepala Dinas PUPR dapat benar-benar melihat kondisi ini secara langsung. Jangan sampai masyarakat terus dibiarkan memperbaiki jalan dengan kemampuan sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Cipto, salah seorang warga Desa Fajar Baru, membenarkan bahwa kegiatan perbaikan jalan tersebut sepenuhnya menggunakan dana swadaya masyarakat serta bantuan para donatur. Ia menyebut, jalan berlubang tersebut telah kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
“Sudah sering terjadi kecelakaan di sini, walaupun belum sampai ada korban jiwa. Jalan ini sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari,” jelas Cipto.
Ia menambahkan, gotong royong yang dilakukan warga merupakan langkah darurat demi keselamatan pengguna jalan, sembari berharap adanya perbaikan permanen dari pemerintah daerah.“Uang untuk membeli material ini murni dari swadaya masyarakat dan donatur.
Kami berharap pemerintah daerah dan Dinas PUPR segera turun tangan agar jalan ini diperbaiki secara menyeluruh dan aman dilalui,” pungkasnya.Di tempat terpisah, tim kami media bangkitpos.id mencoba menghubungi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Agnatius Syahrizal, memberikan tanggapan terkait keluhan masyarakat tersebut.
Ia menjelaskan bahwa penanganan infrastruktur di wilayah Desa Fajar Baru telah masuk dalam rencana kerja tahun anggaran berjalan, meski pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
“Untuk wilayah Fajar Baru, penanganan jalan sudah masuk dalam perencanaan tahun ini. Namun memang dilakukan bertahap, karena anggaran yang ada harus dibagi ke 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan,” jelas Agnatius.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan tidak dapat dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan perencanaan dan mengikuti aturan yang berlaku.
“Pembangunan jalan tidak bisa dilakukan secara spontan. Ada proses, tahapan, dan aturan yang harus dipenuhi. Saat ini kami memiliki sekitar 271 ruas jalan di Lampung Selatan yang secara bertahap akan kami bangun sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran,” ujarnya.
Meski demikian, Agnatius menegaskan bahwa seluruh ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah tetap masuk dalam program Dinas PUPR dan akan ditangani secara bertahap.
“Kami harap masyarakat dapat bersabar. Semua sudah masuk dalam rencana program Dinas PUPR. Kami juga terus berupaya melakukan inovasi agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar,” tutupnya.
Kondisi Jalan Terusan RA Rasyid ini menjadi potret pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap infrastruktur dasar, demi menjamin keselamatan serta kelancaran mobilitas masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.(red)
