![]()
LampungID.Com, Penengahan– Musibah kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Setelah insiden serupa terjadi pada Februari di Desa Belambangan dan Maret di Desa Banjar Masin, kini api kembali mengamuk pada April.
Kali ini, kebakaran melanda sebuah rumah milik Sesi Faizal (35), warga RT 003/RW 003 Desa Kelau, kecamatan Penengahan kabupaten Lampung Selatan Senin, (6/4/2026) sekitar pukul 00.35 WIB.
Api muncul secara tiba-tiba di tengah malam, menghanguskan bagian atap dan interior bangunan. Peristiwa ini sontak memicu kepanikan warga sekitar yang terbangun dari tidur.
Salah satu saksi, Novi, seorang guru PAUD yang tinggal tak jauh dari lokasi, membenarkan kejadian tersebut. Ia melihat api pertama kali muncul dari bagian belakang rumah.
“Api tiba-tiba sudah membubung tinggi sekitar pukul 00.35 WIB. Angin cukup kencang, jadi api cepat merambat ke atap,” ujarnya.
Menurut Novi, rumah tersebut sedang ditinggal pemiliknya.
Warga pun langsung berdatangan dan bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya, memanfaatkan sumber air dari aliran irigasi di belakang rumah.
Kemudian Ia juga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Respons cepat pun ditunjukkan oleh pihak Damkar.
“Saya langsung telepon Pak Rully dari Damkar. Beliau langsung merespons dan meminta share lokasi, lalu segera meluncur ke lokasi,” terang Novi kader paud.
Setibanya di lokasi, petugas pemadam kebakaran langsung melakukan upaya pemadaman dibantu aparat desa, masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Pihak Damkar bahkan mengapresiasi kekompakan warga Desa Kelau yang sigap bergotong royong yang sangat kuat dari warga.
Namun, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang dipadati warga yang ingin melihat kejadian dari dekat.
Meski begitu, Rully Kabid. Pemadam kebakaran dan penyelamatan beserta anggota petugas piket regu II tetap bergerak cepat melakukan penyemprotan dan lokalisir api agar tidak merambat ke bangunan di sekitarnya. Cahaya lampu rotari merah dari armada Damkar tampak menerangi lokasi di tengah gelapnya malam, saat petugas berjibaku melawan kobaran api.
Setelah sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Usai pemadaman api Rully juga mengarahkan kepada pemerintah desa agar melakukan proposal terkait dengan kejadian yang menimpa rumah korban untuk ditindaklanjuti oleh dinas terkait di kabupaten Lampung Selatan.
Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.
Pihak pemadam kebakaran mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran.
Warga juga diminta untuk tidak menghalangi akses jalan agar armada pemadam dapat bergerak cepat saat kondisi darurat.
(HB/HP)
