Tak Hanya Memerintah, Keteladanan Bupati Egi Pimpin Gertak HELAU Bikin ASN Auto Semangat

Hendra Wijaya
3 Min Read

Loading


LampungID.Com, Kalianda — Pagi di kawasan Gerbang Tol Kalianda hingga Lapangan Expo terasa berbeda. Di antara derap langkah aparatur sipil negara (ASN) yang memungut sampah, merapikan taman, dan membersihkan sisi jalan, tampak Radityo Egi Pratama ikut membungkuk, memungut sampah bersama mereka.

Ia tidak memberi instruksi dari kejauhan. Tidak pula sekadar membuka acara lalu kembali ke kantor. Kamis (21/5/2026) itu, Bupati Egi memilih berada di tengah barisan pegawainya—bekerja, berkeringat, dan memberi contoh langsung dalam Gerakan Serentak Hijau, Elok, Lestari, Asri, Unggul (Gertak HELAU).


Pemandangan tersebut menyampaikan pesan kuat: menjaga kebersihan bukan sekadar program pemerintah, melainkan budaya yang harus dibangun bersama—dimulai dari teladan pemimpin.

- Advertisement -


“Hari ini kita bersama seluruh perangkat daerah Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan Gertak HELAU. Ini kegiatan rutin untuk menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, elok, lestari, aman, dan unggul,” ujar Egi di sela kegiatan.


Gertak HELAU digelar serentak dengan melibatkan seluruh perangkat daerah. Titik pembersihan tersebar di kawasan strategis—mulai Gerbang Tol Kalianda hingga Lapangan Expo—sebagai wajah utama ibu kota kabupaten.


Namun bagi Egi, aksi bersih-bersih ini bukan semata soal sapu dan kantong sampah. Lebih jauh, ini upaya membangun kesadaran kolektif bahwa wajah daerah dibentuk oleh kebiasaan warganya dalam merawat ruang hidup bersama.


“Kita ingin lingkungan di Kabupaten Lampung Selatan bersih, tertata rapi, dan indah. Karena itu semua harus bergerak bersama,” katanya.
Gerakan ini juga menjadi dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap agenda nasional pelestarian lingkungan—menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan dimulai dari praktik sehari-hari.


Di sela kegiatan, Egi meninjau kawasan pedagang di sekitar GOR Way Handak. Ia menyerap langsung dinamika pedagang kecil yang menggantungkan hidup di ruang publik. Pendekatan penataan, tegasnya, tidak kaku—memberi ruang tumbuh ekonomi sekaligus menjaga ketertiban dan kebersihan.

- Advertisement -


“Akan kita siapkan titik lokasi khusus agar lebih tertata. Boleh berjualan, tapi harus sama-sama menjaga kebersihan,” ungkapnya.


Pernyataan ini menegaskan keseimbangan antara estetika kota dan kebutuhan ekonomi warga. Bagi Kabupaten Lampung Selatan, Gertak HELAU bukan agenda seremonial, melainkan gerakan budaya yang menghidupkan kembali gotong royong—identitas bangsa.


Egi berharap semangat ini menular ke seluruh lapisan masyarakat.

- Advertisement -


“Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.


Pesannya sederhana namun kuat. Sebab, perubahan besar sering kali dimulai dari tindakan kecil—seorang kepala daerah yang turun tangan memungut sampah bersama warganya. Dari sanalah wajah baru Lampung Selatan perlahan dibangun: lebih bersih, tertata, dan berdaya saing.

Share This Article
Tidak ada komentar