Damkarmat Lampung Selatan Berikan Edukasi Pencegahan Kebakaran kepada SPPG

Hendra Wijaya
3 Min Read

LampungID.COM, Lampung Selatan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, S.Sos., memberikan edukasi pencegahan dan pemadaman kebakaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Lampung Selatan, Selasa, 17 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Damkarmat tersebut diikuti oleh 70 peserta yang berasal dari tujuh SPPG, yakni SPPG Negeri Pandan, SPPG Bumi Agung 2, SPPG Kalianda, SPPG Hara Banjarmanis, SPPG Agom, SPPG Way Urang 2, dan SPPG Sukatani.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Damkarmat Hendry Gunawan, Kepala Bidang Pencegahan Hendri Hatta, serta anggota piket Pos Damkarmat Kalianda.

Selain penyampaian materi terkait pencegahan dan penanganan kebakaran, kegiatan ini juga diisi dengan simulasi praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Para peserta mendapatkan pembekalan langsung mengenai langkah-langkah pemadaman api pada kondisi darurat.

- Advertisement -

Dalam pemaparannya, M. Sefri Masdian, S.Sos., menegaskan bahwa dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu area yang memiliki potensi kerawanan kebakaran cukup tinggi. Oleh karena itu, pengurus maupun relawan dapur MBG harus memahami upaya pencegahan serta tata cara penggunaan APAR secara benar.

Menurutnya, sebagian besar peristiwa kebakaran yang terjadi di Lampung Selatan disebabkan oleh kelalaian manusia dan hal-hal yang sebenarnya sepele, namun dapat berdampak besar apabila tidak segera ditangani.

“Banyak kejadian kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik, kebocoran tabung LPG, puntung rokok yang dibuang sembarangan, pembakaran obat nyamuk, hingga kelalaian mematikan kompor,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum kegiatan ini dilaksanakan, pihaknya telah melakukan monitoring ke sejumlah dapur MBG. Dari hasil pemantauan tersebut, masih ditemukan pengelola dapur yang belum memahami cara penggunaan APAR, bahkan ketersediaan tabung APAR belum disesuaikan dengan luas bangunan.

“Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami memberikan pemahaman serta pelatihan penggunaan APAR. Akan menjadi percuma jika APAR tersedia, tetapi tidak ada yang tahu cara menggunakannya,” tegas Sefri.

- Advertisement -

Ia kembali menekankan bahwa edukasi semacam ini sangat penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini melalui peningkatan kesadaran dan pengetahuan.

“Mayoritas kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia. Inilah yang terus kami ingatkan dan edukasikan kepada masyarakat,” pungkasnya.Usai kegiatan sosialisasi dan praktik pemadaman api menggunakan APAR, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan dapur MBG.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana proteksi kebakaran telah sesuai dengan kondisi dapur serta bangunan yang digunakan.(HP)

- Advertisement -
Share This Article
Tidak ada komentar
error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!