LAMPUNGID.Com, Lampung Selatan — Suasana di Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, memanas. Ratusan warga dengan tegas menuntut Kepala Desa Andri mundur dari jabatannya.
Gelombang protes ini dipicu oleh dugaan kepemimpinan yang dinilai tidak transparan dan gagal mengelola pemerintahan desa.
Rapik, perwakilan warga, mengungkapkan bahwa lebih dari 500 tanda tangan telah dikumpulkan sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap sang kepala desa.“Kami sudah muak dengan janji-janji palsu dan kinerja yang nol besar
Kepala desa hanya pandai beretorika, tapi tidak mampu memberikan solusi nyata,” tegas Rapik kepada wartawan, Senin (3/11/2025) siang.
Salah satu pemicu kemarahan warga adalah penunggakan gaji perangkat desa yang disebut sudah berlangsung selama tujuh bulan.
Warga menilai hal ini menjadi bukti nyata bahwa Kepala Desa Andri tidak mampu mengelola keuangan desa secara baik dan bertanggung jawab.
“Bagaimana mau membangun desa kalau perangkatnya saja belum dibayar? Ini jelas tindakan yang tidak bermoral
”lanjut Rapik dengan nada kesal.Warga mendesak pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan terhadap kinerja serta pengelolaan dana desa di bawah kepemimpinan Andri.
Mereka juga menegaskan tidak akan tinggal diam jika tuntutan tersebut diabaikan.“Kalau aspirasi kami tidak ditanggapi, kami siap melakukan aksi yang lebih besar.
Kami ingin pemimpin yang peduli, bukan yang hanya mencari keuntungan pribadi,” ujar Rapik dengan suara lantang.
Situasi Desa Padan kini disebut berada di ambang kekacauan sosial jika tidak segera direspons oleh pihak berwenang. Warga berharap pemerintah dapat bertindak cepat agar ketegangan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
Media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Padan, Andri, namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.(HP/SH)
