![]()
LampungID.Com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Mahasabha (Kongres Nasional) XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, Rabu (1/4/2026).
Dalam sambutannya, Mirza menekankan pentingnya keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan di tengah derasnya arus informasi.
“Kita hidup di era yang viral, di mana yang viral belum tentu benar dan yang benar belum tentu didengar. Karena itu, mahasiswa harus berani menjaga kebenaran dan nilai,” ujarnya.
Menurutnya, Mahasabha KMHDI menjadi momentum strategis untuk menentukan arah organisasi sekaligus melahirkan kepemimpinan baru yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.
Ia juga memaparkan potensi Lampung di sektor pertanian, dengan sekitar 1,5 juta penduduk berprofesi sebagai petani. Kenaikan harga komoditas seperti padi, jagung, dan singkong dinilai turut mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Namun demikian, ia menekankan bahwa pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Ekonomi desa sudah tumbuh. Sekarang kita butuh dorongan SDM agar mampu melahirkan inovasi dan kreativitas di berbagai sektor,” katanya.
Mirza menegaskan, pembangunan daerah ke depan harus dilakukan melalui kolaborasi seluruh pihak, termasuk organisasi mahasiswa dan kepemudaan.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh kolaborasi agar program pembangunan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, ia menyoroti keberagaman masyarakat Lampung sebagai kekuatan utama yang harus terus dijaga. Lampung dinilainya bukan sekadar daerah yang toleran, tetapi telah menjadi ruang hidup yang harmonis bagi berbagai suku, agama, dan budaya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi umat Hindu, khususnya masyarakat Bali, dalam pembangunan Lampung sejak era transmigrasi 1950-an. Nilai filosofi Tri Hita Karana, lanjutnya, relevan dalam menjaga keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam.
Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kondusivitas di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Menurutnya, Lampung merupakan contoh nyata praktik Bhinneka Tunggal Ika.
“Lampung adalah laboratorium kebhinekaan. Semua suku, agama, dan budaya ada di sini, namun tetap rukun dan bersatu,” ujarnya.
Ia menambahkan, organisasi mahasiswa seperti KMHDI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial serta menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.
Ketua Umum KMHDI periode 2023–2025, I Wayan Darmawan, menegaskan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas gerakan kritis, tetapi juga harus menjadi kekuatan produktif yang terlibat langsung dalam pembangunan.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemprov Lampung yang dinilai inklusif dalam merangkul seluruh elemen masyarakat.
Menurut Darmawan, keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari peran masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan.
Sejalan dengan itu, KMHDI menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian pangan serta penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
“Kemandirian pangan dan energi merupakan isu strategis yang harus diperjuangkan bersama oleh seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa,” ujarnya.(red)
