Jembatan Putus, Kodim 0111/Bireuen Tempuh Cara Ekstrem untuk Kirim Bantuan ke Desa Terisolir

Redaksi
2 Min Read

Bireuen — Upaya penanganan darurat pascabanjir bandang di Kecamatan Peusangan Selatan memasuki tahap kritis setelah satu-satunya jembatan penghubung di Desa Ceubrek runtuh diterjang material banjir.

Kondisi ini membuat warga sepenuhnya terjebak tanpa akses keluar desa.Untuk memastikan kebutuhan pokok tetap terdistribusi, personel Kodim 0111/Bireuen menggunakan metode darurat dengan menarik logistik melalui bentangan tali yang melintasi sungai.

Langkah ini ditempuh karena arus sungai masih deras dan penuh tumpukan kayu, lumpur, serta batu besar, sehingga tidak memungkinkan adanya penyeberangan biasa.

Situasi tersebut membuat aktivitas warga terhenti total. Pekerja tidak bisa keluar desa, anak-anak tak dapat pergi sekolah, dan pasokan sembako hampir tidak tersisa. Sejumlah warga bahkan menempuh risiko dengan mencoba menyeberang secara manual sebelum akhirnya dicegah oleh petugas karena sangat berbahaya.

- Advertisement -

Melihat kondisi itu, prajurit TNI turun langsung mengatur jalur aman sambil membantu kelompok rentan mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga lansia untuk berpindah sisi sungai dengan pengawasan ketat. Pengamanan dilakukan agar tidak terjadi insiden ketika warga melintas di sela material banjir.

Diwilayah lain, tepatnya Desa Awe Geutah di sektor Koramil 08/Gandapura, situasinya tak jauh berbeda.

Akses tunggal warga juga tertutup material banjir, membuat prajurit harus turun ke dasar sungai untuk memandu warga melintas satu per satu.Komandan Kodim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, menegaskan bahwa tindakan cepat para prajurit merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendampingi warga saat infrastruktur lumpuh akibat bencana.

“Kami tidak punya banyak pilihan selain membuat jalur darurat. Yang utama adalah memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan mereka bisa bergerak dengan aman,” tegasnya.Ia memastikan prajurit akan tetap bertugas di lokasi bencana sampai akses transportasi kembali normal dan warga dapat melanjutkan aktivitas tanpa risiko keselamatan.(red)

Share This Article
Tidak ada komentar
error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!