Keluarga Cemas, Dua Santri Ponpes Al-Amin Cinta Mulya Lampung Selatan Belum Pulang sudah 21 Hari

Hendra Wijaya
6 Min Read

LampungID.Com, Lampung Selatan — Hingga 21 hari berlalu, dua santri Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, yakni Bayu Irawan (16) dan Fahmi (15), belum diketahui keberadaannya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mendalam dari pihak keluarga, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh AN, kakak kandung Bayu. Ia mengungkapkan bahwa pihak pondok pesantren telah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Candipuro sekitar tiga pekan lalu. Namun demikian, hingga kini keluarga masih terus berupaya mencari informasi secara mandiri untuk memastikan keberadaan kedua santri tersebut.

“Setiap hari kami terus memikirkan mereka. Mereka makan apa, tidur di mana, sehat atau tidak. Apalagi sebentar lagi masuk bulan Ramadhan,” ujar AN dengan nada cemas.

AN menegaskan bahwa keluarga sama sekali tidak menyimpan amarah kepada Bayu maupun Fahmi, apa pun alasan keduanya belum pulang. Keluarga hanya berharap kedua remaja tersebut dapat melihat atau membaca pemberitaan ini dan mengetahui bahwa rumah selalu terbuka untuk mereka.“Kami tidak marah. Kami hanya ingin mereka pulang secepatnya, dalam keadaan sehat dan selamat, tidak kurang suatu apa pun,” ucapnya.

- Advertisement -

Bayu Irawan merupakan warga Kabupaten Lampung Timur dan masih berstatus anak di bawah umur. Ia tercatat sebagai santri aktif di Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya.

Sementara Fahmi (15) diketahui merupakan warga Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. Keduanya diketahui pergi bersama sejak akhir Januari lalu.

Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa ini bermula pada Rabu malam, 27 Januari 2026, saat Bayu bersama beberapa santri lainnya keluar dari lingkungan pondok tanpa izin untuk bermain PlayStation (PS). Kejadian tersebut kemudian diketahui oleh pengurus pondok pesantren.

Bayu dan Fahmi selanjutnya dipanggil dan dimintai keterangan. Keduanya dijatuhi sanksi disiplin berupa dicukur (dibotaki). Pihak pondok juga menyampaikan bahwa keesokan harinya wali santri diminta untuk datang ke pesantren.

Menurut keterangan pengurus pondok yang diterima keluarga, sekitar pukul 02.00 WIB Bayu masih berada di lingkungan pesantren. Namun berdasarkan Laporan Keterangan Orang Hilang, Bayu diketahui meninggalkan pondok sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu dini hari, 28 Januari 2026.

- Advertisement -

Sebelum pergi, Bayu sempat menitipkan sebuah surat kepada salah satu temannya. Dalam surat tersebut, Bayu menyampaikan pesan bahwa dirinya akan kembali ke pondok setelah memiliki modal. Saat dilakukan pengecekan ulang pada waktu subuh, Bayu sudah tidak berada di lingkungan pesantren. Fahmi diketahui pergi bersamanya.

Dalam proses pencarian, pihak pondok pesantren beberapa kali berkomunikasi dengan keluarga terkait berbagai informasi yang masuk. Bahkan, pengelola pondok sempat mendatangi sejumlah lokasi berdasarkan laporan warga yang mengaku melihat salah satu dari Bayu atau Fahmi.

Sejauh ini, keluarga masih mengandalkan petunjuk dari masyarakat, termasuk informasi yang beredar melalui komentar di media sosial. Berdasarkan informasi tersebut, keluarga berupaya menyisir sejumlah wilayah yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan keduanya.

- Advertisement -

Orang tua Fahmi, Musrianto, menyampaikan bahwa pihak pengelola pondok pesantren sempat mendatangi kediaman keluarga, tepatnya ke rumah keluarga Fahmi Ibu Heni Al-Bukhari kalo tidak salah nama nya. Namun pihak keluarga memilih untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut walaupun ada rasa kekecewaan terhadap keterlambatan pihak pondok mencari kedua anak tersebut.

“Pada intinya, dari pihak keluarga kami tidak ingin memperpanjang masalah. Yang terpenting bagi kami saat ini adalah Fahmi dan Bayu yang sudah hampir 21 hari belum ada kabar,” ujarnya.

Musrianto berharap seluruh pihak dapat turut membantu proses pencarian, baik dari pengelola pondok pesantren, aparat penegak hukum, maupun masyarakat luas.

“Kami sangat berharap bantuan dari pihak pondok pesantren, aparat penegak hukum, dan masyarakat umum. Sekecil apa pun informasi yang ada, mohon segera disampaikan,”ucap nya.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga terbuka apabila ada pihak yang ingin membantu menindaklanjuti informasi melalui media.

Hal senada di sampai kan Edi Kuswanto, Kepala Desa Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada titik temu terkait kasus tersebut.

Sampai hari ini memang belum ada titik temu. Kami selaku keluarga bersama pemerintah desa sudah berupaya semaksimal mungkin, namun hasilnya masih belum ada. Kasus kehilangan ini juga sudah kami laporkan secara resmi ke Polsek Candipuro.

Namun hingga sekarang, kami belum mendapatkan informasi sejauh mana langkah atau perkembangan yang telah dilakukan pihak kepolisian. Harapan kami, semua pihak bisa bergerak bersama, karena jika dihitung, kejadian ini sudah hampir memasuki satu bulan,” ujarnya.

Pihak kepolisian telah menerbitkan Laporan Keterangan Orang Hilang atas nama Bayu Irawan dengan nomor:B / 1 / II / 2026 / SPKT / Polsek Candipuro / Polres Lampung Selatan / Polda Lampung.

Dalam laporan tersebut, Bayu dinyatakan sebagai orang hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh pihak kepolisian.

Pihak keluarga berharap masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan Bayu dan Fahmi dapat segera menghubungi pihak kepolisian terdekat atau pengelola Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya.Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum memperoleh keterangan resmi dari pihak Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya.

Dihitung sejak 28 Januari hingga 18 Februari 2026, peristiwa ini telah berlangsung selama 21 hari atau sekitar tiga pekan, tanpa kejelasan mengenai keberadaan kedua santri tersebut.

(red)

Share This Article
Tidak ada komentar
error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!