LAMPUNG INDONESIA.Com,Lampung Selatan Keputusan mendadak Hi. Rudi Apriadi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Perumda Tirta Jasa mengguncang internal perusahaan sekaligus memicu tanda tanya di kalangan publik.
Langkah itu semakin menimbulkan spekulasi karena muncul di tengah proses penguatan manajemen, peningkatan layanan, dan stabilisasi operasional yang sedang dijalankan perusahaan.
Banyak pegawai mengaku terkejut karena Rudi selama ini dikenal sebagai pemimpin yang aktif turun ke lapangan, mengatasi persoalan teknis, hingga menata ulang alur kerja perusahaan. Sikapnya yang responsif dan sering kali menjadi garda terdepan saat terjadi tekanan eksternal membuat keputusan mundurnya terasa janggal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, yang dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, hingga kini belum memberikan respons terkait dinamika yang terjadi di tubuh Perumda Tirta Jasa.
Di tengah minimnya informasi resmi dari pemerintah daerah, muncul pertanyaan besar dari publik mengenai alasan pengunduran diri Direktur Perumda Tirta Jasa, Hi. Rudi Apriadi. Keputusan ini menjadi sorotan karena terjadi di saat perusahaan daerah tersebut sedang menunjukkan kemajuan signifikan dalam berbagai aspek pelayanan.
Sejumlah pencapaian selama kepemimpinan Rudi dinilai cukup menonjol dan menjadi konteks penting dalam polemik mundurnya ia dari jabatan yang baru setahun dijalani. Beberapa capaian itu antara lain:
Perluasan jaringan distribusi air ke wilayah-wilayah yang sebelumnya kerap mengalami gangguan suplai.Optimalisasi pelayanan publik, termasuk percepatan respons layanan dan peningkatan keterbukaan informasi.
Perbaikan sistem pengaduan terpadu sehingga keluhan pelanggan dapat ditangani lebih cepat, terstruktur, dan terdokumentasi.Penurunan tingkat kehilangan air (NRW) melalui audit jaringan serta program perbaikan berkelanjutan.
Efisiensi anggaran operasional yang mulai menunjukkan dampak nyata pada efektivitas kerja perusahaan.
Pertumbuhan pendapatan operasional secara konsisten, mencerminkan penguatan stabilitas perusahaan daerah.
Melihat daftar capaian tersebut, publik mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di balik keputusan mendadak ini.
Apakah sekadar rotasi jabatan, dinamika internal, atau ada persoalan yang tidak disampaikan secara terbuka?
Perluasan jaringan distribusi air ke wilayah-wilayah yang sebelumnya kerap mengalami gangguan suplai.
Optimalisasi pelayanan publik, termasuk percepatan respons layanan dan peningkatan keterbukaan informasi.
Perbaikan sistem pengaduan terpadu sehingga keluhan pelanggan dapat ditangani lebih cepat, terstruktur, dan terdokumentasi.
Penurunan tingkat kehilangan air (NRW) melalui audit jaringan serta program perbaikan berkelanjutan.
Efisiensi anggaran operasional yang mulai menunjukkan dampak nyata pada efektivitas kerja perusahaan.
Pertumbuhan pendapatan operasional secara konsisten, mencerminkan penguatan stabilitas perusahaan daerah.
Melihat daftar capaian tersebut, publik mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di balik keputusan mendadak ini.
Apakah sekadar rotasi jabatan, dinamika internal, atau ada persoalan yang tidak disampaikan secara terbuka
Rudi Apriadi sendiri baru dilantik sebagai Direktur Perumda (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirta Jasa Lampung Selatan pada 28 Desember 2023 untuk masa jabatan 2024–2029.
Secara struktur, Perumda Tirta Jasa adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor pelayanan publik, khususnya penyediaan dan distribusi air minum bagi masyarakat Lampung Selatan.
Rekam jejak tersebut membuat pengunduran dirinya dianggap janggal oleh sebagian besar pegawai, mengingat perusahaan sedang menjalankan agenda penguatan manajemen dan peningkatan pelayanan.
Keputusan mundur Hi. Rudi Apriadi di tengah momentum perbaikan sistem operasional Perumda Tirta Jasa menimbulkan gelombang tanya yang tak kunjung terjawab.
Tanpa kejelasan dari pihak pemerintah daerah maupun manajemen perusahaan, isu ini berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap stabilitas dan tata kelola perusahaan air minum daerah tersebut.(red)
