Menapaki Jejak Transmigrasi, Gubernur Jawa Tengah Silaturahmi Bersama Keluarga Transmigran di Desa Bagelen

Redaksi
4 Min Read

Pesawaran, 7 Januari 2026 – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dengan menyapa langsung keluarga besar transmigran di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (7/1/2026). Kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan ikatan historis transmigrasi antara Jawa Tengah dan Lampung yang telah terjalin sejak masa kolonial.

Kehadiran Gubernur Ahmad Luthfi di Desa Bagelen menjadi simbol penghormatan atas sejarah panjang perjuangan para transmigran asal Jawa Tengah yang menetap, membangun, dan menghidupi wilayah Lampung dengan nilai kerja keras serta semangat gotong royong yang terus diwariskan lintas generasi.

Gubernur Jawa Tengah disambut langsung oleh Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H. Turut hadir Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, jajaran Forkopimda, Kapolres Pesawaran, Dandim 0421/LS, Kejari Pesawaran, Wakil Ketua DPRD Pesawaran, jajaran perangkat daerah, serta keluarga besar transmigran Desa Bagelen.

Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan rasa bangganya atas kontribusi besar masyarakat Jawa, khususnya asal Jawa Tengah, dalam membangun Provinsi Lampung.

- Advertisement -

“Mayoritas masyarakat Lampung bersuku Jawa. Saya ingin melihat langsung bagaimana sejarah mereka di sini, dan ternyata berkembang dengan sangat baik. Keputusan para leluhur untuk menetap dan membangun Lampung merupakan sebuah kebanggaan,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar masyarakat perantau senantiasa menjaga nilai kearifan lokal serta membangun keharmonisan dengan seluruh elemen masyarakat.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat Jawa di Lampung telah membuktikan mampu menjaga persatuan, kekeluargaan, dan keharmonisan,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya dan sejarah transmigrasi, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rencana menginstruksikan Bank Jateng untuk menyalurkan bantuan hibah berupa seperangkat alat musik tradisional gamelan guna mendukung pelestarian seni budaya di Desa Bagelen.

Sementara itu, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah beserta rombongan. Ia menyebut Desa Bagelen sebagai salah satu simbol keberhasilan transmigrasi yang mampu menjaga nilai sejarah sekaligus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

- Advertisement -

“Mari kita jaga Desa Bagelen sebagai warisan budaya dan sejarah, tanpa melupakan akar historis yang menjadi identitas kita bersama,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nanda juga mengulas singkat sejarah Desa Bagelen yang bermula pada tahun 1905, ketika pemerintah kolonial Belanda memindahkan penduduk dari wilayah Bagelen, Jawa Tengah, ke Lampung melalui program kolonisasi. Para transmigran membuka hutan, membangun permukiman, serta menata kehidupan baru dengan semangat gotong royong yang hingga kini tetap terjaga.

Bupati Pesawaran berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya dengan Kabupaten Pesawaran.

- Advertisement -

“Kami berharap terjalin kerja sama yang sinergis di berbagai sektor, mulai dari pertanian, seni budaya, pemerintahan, hingga perdagangan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa kunjungan Gubernur Jawa Tengah bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari misi strategis kerja sama antarprovinsi. Ia mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama lintas sektor, termasuk pariwisata, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp830 miliar.

“Sekitar 60 persen masyarakat Lampung bersuku Jawa. Artinya, masyarakat Jawa, khususnya dari Jawa Tengah, bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan dan peradaban di Lampung,” jelasnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga menggelar dialog bersama warga Desa Bagelen untuk menyerap aspirasi sekaligus berbagi pandangan terkait pembangunan dan pelestarian nilai sejarah transmigrasi.

Usai bersilaturahmi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Transmigrasi Provinsi Lampung di Desa Bagelen. Di lokasi tersebut, Gubernur dan rombongan meninjau berbagai koleksi, arsip, foto, serta diorama yang merekam perjalanan panjang sejarah transmigrasi di Indonesia. (Red)

Share This Article
Tidak ada komentar
error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!