Antisipasi Krisis hingga El Nino, Pemkab Lampung Selatan Terapkan Early Warning System via Rakor Mingguan

3 Min Read

LampungID.Com, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus mengintensifkan langkah antisipatif dalam menghadapi berbagai tantangan daerah.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) mingguan, yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus merespons secara cepat potensi krisis yang terus berkembang.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, pada Senin (13/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat utama serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Dalam arahannya, Supriyanto menegaskan bahwa rakor mingguan menjadi instrumen vital untuk memperkuat koordinasi lintas sektor di tengah dinamika yang semakin kompleks, baik di tingkat daerah, nasional, maupun global.

Menurutnya, forum ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai mekanisme evaluasi rutin dan percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

“Kita perlu sering bertemu dan berkoordinasi agar setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti. Dengan rakor mingguan ini, berbagai kendala bisa langsung dibahas dan dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Lebih jauh, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai sistem peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi potensi hambatan dalam pelaksanaan program pemerintah daerah.

Melalui forum ini, pemerintah memastikan sinkronisasi kebijakan serta monitoring capaian program dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis menjadi perhatian utama, antara lain fluktuasi harga pangan yang berdampak pada biaya produksi petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

Selain itu, ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino juga menjadi pembahasan penting mengingat potensinya yang dapat mengganggu sektor pertanian.

Tak hanya itu, agenda pembangunan daerah juga turut dibahas, termasuk rencana penyelenggaraan Lamsel Fest dan event drifting yang akan digelar pada Mei mendatang, serta peluncuran program digital seperti Halo Lamsel dan Lamsel Betik.

Evaluasi pelaksanaan pekerjaan fisik di sejumlah perangkat daerah juga menjadi sorotan utama.

Hal ini dilakukan untuk memastikan proyek pembangunan berjalan sesuai jadwal, sekaligus mencegah terjadinya penumpukan realisasi anggaran di akhir tahun.

Supriyanto mengingatkan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang penuh tantangan, mulai dari keterbatasan keuangan daerah, dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem, hingga potensi bencana yang perlu diantisipasi sejak dini.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah untuk mempercepat pelaksanaan program kerja serta memastikan setiap kegiatan memiliki perencanaan yang jelas dan terukur.

“Saya minta seluruh program berjalan sesuai target dan memiliki timeline yang jelas. Tidak boleh lagi ada penumpukan serapan anggaran di akhir tahun,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar perangkat daerah sebagai kunci keberhasilan pembangunan.

“Keberhasilan daerah adalah hasil kerja bersama. Kita harus saling berkoordinasi, saling mendukung, dan bekerja kolaboratif demi kepentingan masyarakat Lampung Selatan,” tutup Supriyanto. (Red.Kmf)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!
Exit mobile version