Banjir Rendam Ratusan Hektare Padi, Camat Ajak Warga Gotong Royong Benahi Saluran Irigasi

3 Min Read

LAMPUNG INDONESIA.Com,LAMPUNG SELATAN – Ratusan hektare sawah di Desa Marga Sari dan Desa Mandalasari Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan , terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Sore hingga malam hari, sabtu (3/1/2026).

Peristiwa ini mengancam potensi gagal panen bagi para petani setempat, Menanggapi bencana ini, pemerintah kecamatan bersama warga GAPOKTAN Khususnya terdampak akan segera melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan dan memperbaiki saluran irigasi yang tersumbat.

Kronologi dan Dampak Banjir mulai merendam area persawahan pada Jum’at 2 Januari 2026 setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Air dari luapan Sungai Way Pisang Kecamatan Palas Yang Tanggulnya Jebol dan mengaliri persawahan disekeliling sungai way pisang dan menyebabkan genangan meluas ke lahan pertanian.

Diperkirakan sekitar 400 an hektare tanaman padi yang baru berumur sekitar 10 Hari terendam air.

Jika air tidak segera surut dalam waktu dekat, petani terancam mengalami kerugian finansial yang signifikan karena pohon padi bisa membusuk.

Sementara Pj Kepala Desa Marga Sari Amar Sumarna , menyampaikan , “banjir ini diakibatkan derasnya curah hujan dan ditambah jebolnya tanggul way pisang didesa pematang Baru kecamatan Palas, hingga merendam padi yang sudah ditanam seluas 20 H, untuk desa marga sari dan 60 Ha desa Mandala sari dengan demikian global keseluruhan yang terendan untuk sementara seluas ±430 H,” ucapnya.

“Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada karna curah hujan masih tinggi dan dapat menjaga anak anak karna air yang melinpasi jalan penghubung desa marga sari dan desa baktirasa debit airnya makin naik dan arusnya sangat kuat saat ini ketinggian berkisaran ± 1.cm” Ungkap Amar Sumarna.

Camat Sragi Wayan Susana, ST, MT , langsung Sidak kelokasi dan mengupayakan penanganan darurat di lokasi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok tani dan petugas terkait, untuk berkolaborasi membersihkan sampah dan lumpur yang menyumbat saluran iigasi

.”Gotong royong sangatlah penting untuk mempercepat surutnya air dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada tanaman padi,” ujar Camat Wayan Susana.

Di sela-sela kegiatan monitor, seraya menekankan pentingnya pemeliharaan saluran air secara rutin untuk antisipasi banjir di masa mendatang.

Selain upaya pembenahan saluran, pihak terkait juga sedang mendata kerugian yang dialami petani untuk selanjutnya diusulkan mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Warga dan petugas berharap air segera surut dan tidak terjadi hujan susulan” Tutup Camat.(**)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!
Exit mobile version