LampungID.Com,Penengahan– Perbaikan jalan di Desa Gedung Harta, Kecamatan Penengahan, justru menuai sorotan tajam dari masyarakat. Jalan yang sebelumnya berlubang kini disebut semakin rusak parah setelah dilakukan perbaikan yang diduga asal-asalan, bahkan tanpa disertai plang proyek yang jelas. Minggu,(5/4/2026).
Salah satu warga setempat mengaku khawatir dengan kondisi Jalan Margandantaran, tepatnya di sekitar Balai Desa Gedung Harta.
Pasalnya, kerusakan jalan tersebut telah memicu sejumlah kecelakaan bagi pengguna kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
“Dulu memang rusak, tapi setelah diperbaiki malah lebih parah.
Banyak pengendara hampir jatuh karena menghindari lubang, apalagi saat malam hari atau hujan. Ditambah lagi hampir tiap hari dua hingga lebih dari lima bus melintas di jalan ini, yang membawa peziarah ke makam pahlawan Raden Intan,” ungkapnya.
Warga pun berharap kepada Dinas PUPR Lampung Selatan agar segera melakukan perbaikan ulang dengan kualitas yang lebih baik.
“Kami berharap dengan adanya pemberitaan ini, kepada bapak Kepala Dinas PUPR yang baru agar segera memperbaikinya, sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” harap warga.
Diketahui, perbaikan jalan tersebut dilakukan pada 27 November 2025 lalu. Namun, kualitas pekerjaan dinilai jauh dari standar. Permukaan jalan yang tidak rata, material yang mudah terkelupas, hingga minimnya pengerasan dasar jalan menjadi sorotan utama warga.
Ironisnya, jalan tersebut diperkirakan baru berumur sekitar dua bulan, namun kondisinya sudah kembali rusak bahkan lebih parah dari sebelumnya.
Media bangkitpos.id selalu berupaya mengonfirmasi kepada Jefri yang disebut sebagai kepala tukang (mandor) dalam proyek tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan hanya merespons melalui pesan WhatsApp dengan tanda centang satu.
Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp juga tidak membuahkan hasil, hanya berdering tanpa keterangan.
Sebelumnya, saat pengerjaan proyek berlangsung, media ini juga telah mengingatkan dan menyarankan agar pelaksanaan perbaikan jalan dilakukan sesuai standar kualitas.
Dalam wawancara langsung pada 27 November 2025 di lokasi, Jefri menjelaskan bahwa proyek tersebut menyasar beberapa titik kerusakan di Desa Gedung Harta.
“Jalan di depan kantor Balai Desa sedang dalam proses perbaikan sepanjang 240 meter, lebar 4 meter, dengan ketebalan 5 sentimeter. Perbaikan menggunakan hotmix karena kondisi sebelumnya sudah berlubang dan rusak berat,” jelas Jefri saat itu.
Namun, kondisi terkini di lapangan justru berbanding terbalik dengan pernyataan tersebut. Jalan yang baru seumur jagung kini kembali rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Gedung Harta, Ramli, menyampaikan bahwa pemerintah desa telah berupaya menghubungi pelaksana proyek, namun belum mendapatkan tanggapan.
“Kami dari pemerintah desa sudah berusaha menghubungi pelaksana kegiatan proyek tersebut, tapi belum ada respons. Bahkan sebelumnya kami juga sudah menegaskan agar perbaikan dilakukan dengan kualitas yang baik. Sekretaris desa juga sudah mencoba konfirmasi, namun hingga saat ini belum ada tanggapan,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Ir. Agnatius Syahrizal, S.T., M.T., IPP Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan saat dikonfirmasi merespons dengan menyatakan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti laporan tersebut.
“Yang penting kirim data dan nama pelaksana lapangan. Kalau ada kerusakan,saya mengintruksikan suruh diperbaiki lagi, Terus terkait papan proyek kan, sudah lewat, harusnya ditegur atau diinfokan waktu pelaksanaannya,”tutup Agnatius Syahrizal Kadis.
(HB/HP)
