BMKG Tarakan: Gempa Magnitudo 4,8 Tak Berpotensi Tsunami, Belum Terpantau Adanya Gempa Susulan

2 Min Read
Oplus_16908288

LAMPUNGID.Com,Tarakan – (5 November 2025)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Juwata Tarakan melaporkan bahwa gempa bumi magnitudo 4,8 yang mengguncang wilayah Tarakan dan sekitarnya pada Rabu (5/11/2025) pukul 14.32 WITA tidak berpotensi tsunami.

Menurut hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 3.33° Lintang Utara dan 117.82° Bujur Timur, tepatnya di laut, sekitar 24 kilometer tenggara Tarakan, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar lokal bawah laut di sekitar perairan Tarakan, Kalimantan Utara.

“Gempa ini termasuk gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Berdasarkan hasil pemodelan, gempa dengan magnitudo 4,8 ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan hingga saat ini belum terpantau adanya gempa susulan,” ujar Muhammad Sulam Khilmi.

Lebih lanjut, Khilmi menerangkan bahwa secara teori, gempa utama (mainshock) dapat diikuti oleh gempa-gempa kecil yang disebut gempa susulan (aftershock), namun tidak selalu terjadi pada setiap peristiwa gempa.

“Karakter gempa susulan biasanya memiliki magnitudo lebih kecil dari gempa utama dan jumlahnya akan berkurang seiring waktu. Dalam kasus ini, energi gempa utama diduga telah terlepas secara optimal, sehingga potensi munculnya gempa susulan relatif kecil,” jelasnya.

BMKG Tarakan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Kami terus memantau aktivitas seismik di wilayah Kalimantan Utara selama 24 jam. Informasi resmi hanya dapat diperoleh melalui kanal BMKG seperti aplikasi BMKG, media sosial resmi, dan situs web www.bmkg.go.id,” tegasnya.

BMKG juga mengingatkan warga untuk memahami langkah keselamatan saat terjadi gempa bumi, seperti menjauhi bangunan tinggi, mematikan sumber listrik, dan memastikan jalur evakuasi aman di sekitar tempat tinggal.(**)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!
Exit mobile version