BPBD Lampung Selatan Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang dan Kewaspadaan Jalur Laut Sebesi–Canti

3 Min Read

LAMPUNG INDONESIA.Com,KALIANDA, 11 Februari 2026 — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD merilis laporan kondisi wilayah serta peringatan dini cuaca untuk periode 11–15 Februari 2026. Fokus utama diarahkan pada potensi angin kencang di daratan serta keselamatan pelayaran rakyat di jalur laut Sebesi–Canti.

Berdasarkan pemantauan Pusdalops BPBD hingga Rabu (11/2/2026) pukul 09.30 WIB, situasi di 17 kecamatan terpantau aman dan terkendali tanpa laporan kejadian bencana (nihil). Cuaca di sekitar Posko BPBD Kalianda terpantau cerah secara visual.

Namun demikian, BPBD tetap melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada Status Level II (Waspada). Data pengamatan mencatat adanya tremor menerus dengan amplitudo dominan 1 mm. Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekati kawah aktif dalam radius minimal 2 kilometer.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang diperkirakan terjadi Kamis, 12 Februari 2026, dengan rincian sebagai berikut:

Ketapang (Desa Sumur)Status: Risiko SedangKecepatan angin: hingga 70,9 km/jam (pukul 02.00 WIB)

Kalianda (Bulok dan Merak Belatung)Status: Risiko RendahKecepatan angin: 60,8 km/jam (pukul 02.00 WIB)

Sidomulyo (Siring Jaha)Status: Risiko RendahKecepatan angin: 60,8 km/jam (pukul 04.00 WIB)

Rajabasa (Tejang Pulau Sebesi)Status: Risiko RendahKecepatan angin: 61,6 km/jam (pukul 23.00 WIB)

Warga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, memeriksa kekuatan atap bangunan, serta memangkas pohon yang berpotensi tumbang.

Kondisi Maritim Selat Sunda (12–15 Februari 2026) Untuk wilayah perairan Selat Sunda, khususnya jalur Canti–Sebesi, kondisi cuaca diprakirakan berawan dengan potensi hujan sedang pada sore hari. Kelembaban udara tinggi berkisar 75–90 persen, berpotensi mengganggu jarak pandang pelayaran.

Arah angin laut: Barat–Barat Laut (±8 knot) Arah arus laut: menuju Barat Daya (0,1–0,5 m/s)Tinggi gelombang: 0,5–1,25 meter

Kewaspadaan khusus diminta bagi wilayah pesisir Rajabasa pada 13 Februari 2026, seiring potensi peningkatan kecepatan angin secara mendadak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., menegaskan pentingnya memahami parameter teknis cuaca.

“Kecepatan angin di darat dapat mencapai 70 km/jam, sementara di laut kelembaban hingga 90 persen berpotensi memicu cuaca buruk secara tiba-tiba. Kami mengimbau para nakhoda, khususnya di jalur Sebesi–Canti, agar memantau arah arus menuju Barat Daya demi menjaga stabilitas kapal,” ujarnya.

Ia menambahkan, tinggi gelombang 1,25 meter merupakan risiko nyata bagi perahu nelayan dan kapal penyeberangan rakyat.

“Utamakan keselamatan, pastikan alat keselamatan tersedia, dan selalu merujuk pada infografis resmi sebelum berlayar,” tegasnya.

Informasi perkembangan cuaca dan kebencanaan dapat diakses melalui BPBD Kabupaten Lampung Selatan,📍 Jalan Stadion Jati Rukun No. 16, Kalianda📞 Call Center Pusdalops: 0823-5892-4600(***)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!
Exit mobile version