Empat Kali Erupsi dalam Sehari, Anak Krakatau Masih Level II Waspada

3 Min Read

LAMPUNGID.COM,Rajabasa – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Lampung Selatan kembali menunjukkan adanya erupsi. Berdasarkan laporan aktivitas Gunungapi periode pengamatan Senin, 5 Oktober 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat empat kali letusan.


Data tersebut merupakan laporan resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau.


Dalam laporan tersebut, empat kejadian letusan tercatat dengan amplitudo 39–55 mm dan durasi 20 hingga 798 detik. Secara visual, kolom erupsi tidak teramati. Pengamat Gunung Api Anak Krakatau, Muhammad Dika Nurzaman, saat dikonfirmasi LampungID.Com, menjelaskan bahwa empat kali letusan tersebut terjadi pada malam hari.


“Ada empat kali letusan semalam, dari pukul 20.13 sampai 20.28 WIB,” terang Dika kepada LampungID.Com, Selasa (6/10/2026).


Selain letusan, aktivitas kegempaan lainnya juga masih terekam. Laporan PVMBG mencatat dua kali gempa Low Frequency, lima kali gempa Hybrid/Fase Banyak, tiga kali gempa Vulkanik Dangkal, dan satu kali gempa Vulkanik Dalam.
Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam dengan amplitudo 0,5–10 mm, dengan amplitudo dominan sekitar 2 mm.


Dari pengamatan visual, Gunung Anak Krakatau terpantau jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut.


Masih Level II Waspada
Meski terjadi empat kali letusan, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga laporan periode 5 Oktober 2026 masih berada pada Level II (Waspada).


Dika menegaskan, berdasarkan laporan tersebut, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih Level II Waspada dengan zona rekomendasi yang tetap berlaku.


“Untuk sementara ini, laporan 24 jam pada tanggal 5 Oktober 2026. Sesuai laporan, hingga saat ini masih di Level II Waspada dengan zona rekomendasi tidak mendekat sejauh 2 kilometer dari kawah aktif,” jelasnya.


PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

Muhammad Dika Nurzaman mengingatkan bahwa aktivitas erupsi merupakan bagian dari perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terus dipantau oleh petugas. Masyarakat diminta menjadikan informasi resmi PVMBG sebagai rujukan utama serta tidak memasuki zona yang telah ditetapkan.(Red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version