LAMPUNGID.Com, Lampung Selatan — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus dan BEM se-Lampung Selatan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (23/2/2026) sekitar pukul 13.37 WIB.
Aksi tersebut merupakan bentuk evaluasi atas satu tahun kepemimpinan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar. Mahasiswa menilai sejumlah janji politik dan program prioritas belum dirasakan dampaknya secara nyata oleh masyarakat.
Dengan pengawalan aparat kepolisian dari Polres Lampung Selatan, massa aksi menyampaikan orasi secara bergantian. Dalam aksinya, mahasiswa mendesak agar Bupati Lampung Selatan hadir secara langsung untuk berdialog dan menerima aspirasi.
Namun hingga sekitar 30 menit aksi berlangsung, Bupati tidak dapat menemui massa karena sedang tidak berada di tempat. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kemudian mengutus M. Darmawan yang didampingi Erdiyansyah, selaku Asisten Pemerintahan dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), untuk menemui perwakilan mahasiswa.
Langkah tersebut sempat mendapat penolakan dari massa aksi. Mahasiswa tetap meminta agar dialog dilakukan langsung dengan Bupati sebagai pengambil kebijakan tertinggi di daerah. Kekecewaan pun mencuat karena aspirasi dinilai belum diterima secara langsung oleh kepala daerah.
Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti program “Pitu Vista”, yakni tujuh misi utama pasangan Egi–Syaiful pada masa kampanye Pilkada 2024. Mereka mempertanyakan realisasi program tersebut yang dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Salah satu orator, Dela Yunita, mahasiswa dari STAI YASBA Kalianda, menyoroti persoalan harga kebutuhan pokok yang dinilai belum berpihak kepada rakyat.
“Harga bahan pokok tinggi, sementara hasil panen dan upah buruh belum memadai. Ini menjadi persoalan serius yang harus dijawab oleh pemerintah daerah,” tegasnya.
Karena belum berhasil bertemu Bupati, massa aksi kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Lampung Selatan dengan harapan Ketua DPRD dapat menjembatani pertemuan dengan kepala daerah. Namun, Ketua DPRD juga tidak berada di tempat karena tengah menjalankan agenda lain.
Massa akhirnya kembali ke halaman Kantor Bupati Lampung Selatan dan melanjutkan orasi.
Evan, selaku Koordinator Lapangan, menyampaikan bahwa Aliansi Cipayung Plus dan BEM Lampung Selatan akan menunggu respons resmi dari Bupati. Mahasiswa meminta agar kepala daerah bersedia menggelar audiensi terbuka pada Rabu mendatang.
Sementara itu, Meysur, Ketua IMM, menegaskan bahwa mahasiswa telah mengkaji tujuh misi kepemimpinan Egi–Syaiful selama satu tahun terakhir dan menyiapkan tujuh tuntutan utama yang akan disampaikan langsung kepada Bupati Lampung Selatan.
“Kami sudah mengonsep, merancang, dan mengkaji tujuh misi tersebut. Tujuh tuntutan ini akan kami sampaikan secara langsung saat bertemu dengan Bupati Lampung Selatan,” ujarnya.Ia menambahkan, apabila dalam waktu 2×24 jam tidak ada respons serta kepastian audiensi dari Bupati, mahasiswa memastikan akan kembali menggelar aksi lanjutan atau Aksi Jilid II sebagai bentuk konsistensi perjuangan dalam mengawal aspirasi masyarakat.
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib hingga selesai dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
Mahasiswa berharap adanya ruang dialog terbuka agar aspirasi yang mereka sampaikan dapat didengar dan ditindaklanjuti secara konkret oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Red)
