LampungID.Com,Kalianda — Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam kegiatan halalbihalal bersama Pemerintah Daerah Lampung Selatan dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar di Lamban Rakyat.
Di balik ramainya acara, satu hal yang paling membekas adalah kedekatan tanpa jarak antara pemimpin dan masyarakat. Radityo Egi Pratama, Bupati Lampung Selatan, bersama sang istri Zita Anjani, tampak membaur langsung di tengah warga.
Keduanya menyapa, tersenyum, dan menyalami masyarakat satu per satu, menciptakan suasana akrab yang jarang ditemui dalam agenda formal pemerintahan. Tanpa panggung megah maupun pembatas, warga dapat berinteraksi langsung dengan pemimpinnya.
Kesederhanaan justru menjadi kekuatan dalam kegiatan ini. Momentum halalbihalal seakan menghapus sekat antara pemerintah dan rakyat, menjadikannya ruang pertemuan yang hangat dan penuh makna.
Sejak pagi hari, antusiasme warga sudah terlihat. Mereka datang bersama keluarga, bahkan rela mengantre demi bisa bersalaman dan berbincang langsung dengan Bupati, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, serta jajaran pemerintah daerah.
Aisyah, warga Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, mengaku momen ini selalu dinantikannya setiap Lebaran.
“Senang sekali, ini sudah yang kedua kalinya Lebaran ke Lamban Rakyat. Bisa halalbihalal langsung dengan Pak Bupati. Semoga beliau dan jajaran selalu sehat, berkah, dan dapat membangun Lampung Selatan lebih baik lagi,” ujarnya dengan wajah semringah.
Hal serupa disampaikan Iis Miyati, warga Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, yang hadir bersama anaknya. Menurutnya, kehadiran langsung pemimpin daerah di tengah masyarakat menjadi kebahagiaan tersendiri.
“Alhamdulillah, senang sekali bisa bertemu Pak Bupati, Bu Zita, dan pejabat lainnya. Harapannya, acara seperti ini terus ada setiap tahun,” ungkapnya.
Di tengah suasana penuh kehangatan tersebut, Bupati Egi menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui momen ini, kita perkuat silaturahmi dan kebersamaan. Insyaallah, dengan kebersamaan, kita bisa membangun Lampung Selatan lebih maju,” ujarnya singkat.
Lebih dari sekadar agenda seremonial, kegiatan ini menjadi simbol kedekatan, ruang interaksi, sekaligus pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kehadiran dan empati.
Dengan nuansa hangat dan penuh kekeluargaan, halalbihalal di Lamban Rakyat tahun ini meninggalkan kesan mendalam: di Lampung Selatan, pemimpin dan rakyat dapat berdiri sejajar, saling menyapa, dan bersama-sama menatap masa depan dengan optimisme.
(HP– Kmf)
