Jumat Bersih, Camat Sragi dan Warga Sukapura Bersama Pulihkan Lingkungan

2 Min Read

LAMPUNG INDONESIA.Com,Sragi, Lampung Selatan — Pasca banjir yang melanda Desa Sukapura akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah Desa Sukapura bersama masyarakat setempat menggelar kegiatan gotong royong dalam rangka Jumat Bersih, Jumat (10/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan pascabanjir sekaligus langkah preventif untuk mencegah terulangnya bencana serupa. Gotong royong difokuskan pada pembersihan lingkungan permukiman serta saluran air yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan.

Jumat Bersih ini diikuti langsung oleh Camat Sragi Wayan Susana, Sekretaris Camat Sragi Suhadi, perwakilan Dinas Sosial Kecamatan Sragi Tika, aparatur desa, serta warga setempat. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan dan desa menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kebersihan dan keselamatan lingkungan.

Sejak pagi hari, seluruh peserta kegiatan tampak antusias bekerja bersama membersihkan lumpur, sampah, dan material sisa banjir yang menumpuk di drainase serta di sekitar rumah warga. Kerja sama antara aparatur pemerintah dan masyarakat berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan.

Camat Sragi Wayan Susana menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Bersih merupakan langkah nyata untuk mempercepat pemulihan kondisi lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir susulan di tengah musim penghujan.

“Kami fokus membersihkan saluran air yang terdampak banjir kemarin. Ditemukan banyak penyumbatan yang menghambat aliran air. Dengan kerja bersama masyarakat, diharapkan saluran kembali berfungsi optimal,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, permasalahan banjir tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga oleh kurangnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga fungsi saluran air.

Selain pembersihan lingkungan, Camat Sragi juga menekankan pentingnya penerapan nilai ABRI (Aman, Bersih, Rapi, dan Indah) sebagai budaya yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Lingkungan yang aman, bersih, rapi, dan indah harus dijaga bersama. Jika ini menjadi kebiasaan, maka kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat dapat terwujud,” tambahnya.

Ia juga mengimbau seluruh warga Kecamatan Sragi agar terus meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan dengan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air di sekitar rumah, guna mencegah genangan air dan meminimalkan risiko munculnya berbagai penyakit.(red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!
Exit mobile version