LAMPUNGINDONESIA.Com, Kalianda Lampung Selatan Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur lintas Sumatra, tepatnya di depan Masjid Agung Kalianda, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Insiden ini kembali menyoroti buruknya kondisi rambu-rambu keselamatan di kawasan tersebut yang dinilai minim dan tidak memadai.
Kecelakaan melibatkan mobil Toyota Innova BE 1651 PY yang membawa rombongan wisatawan asal Bandarjaya, Lampung Tengah, dengan sebuah truk Fuso bermuatan galon air mineral Aqua bernomor polisi BE 8756 AUA.
Berdasarkan keterangan di lokasi, kecelakaan bermula saat mobil Innova mengikuti kendaraan di depannya yang hendak berbelok.
Namun secara tiba-tiba, truk Fuso yang berada di belakang melaju dan menabrak bagian belakang mobil Innova. Benturan keras tak terhindarkan.
Pengemudi truk Fuso diketahui bernama Cecep, warga Pringsewu, sementara pengemudi mobil Innova bernama Sukusno, warga Bandarjaya, Lampung Tengah.
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi kendaraan dan pengamanan arus lalu lintas.
Lokasi kecelakaan sendiri hanya berjarak sekitar 100 meter dari Pos Lantas Kalianda.Namun suasana di lokasi sempat memanas.
Kedua pengemudi terlibat cekcok hingga akhirnya diamankan dan dibawa ke unit Lalu Lintas Polres Lampung Selatan guna proses lebih lanjut.
Peristiwa ini kembali mempertegas lemahnya perhatian terhadap keselamatan jalan di wilayah Lampung Selatan. Minimnya rambu peringatan, marka jalan yang tidak jelas, serta absennya pengaturan lalu lintas di titik rawan kecelakaan menjadi sorotan utama masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kecelakaan.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan juga belum dapat dikonfirmasi terkait kondisi serta evaluasi rambu-rambu lalu lintas di lokasi kejadian.
Warga berharap pemerintah daerah tidak lagi menunggu jatuhnya korban berikutnya dan segera melakukan pembenahan total terhadap fasilitas keselamatan jalan, khususnya di jalur lintas Sumatra yang memiliki volume kendaraan tinggi dan menjadi akses utama wisata.(red)
