Keluarga Besar Keratuan darah putih Lampung Kecam Pembangunan dan Pembiaran Kerusakan Tugu Tuping di Dermaga Bom Kalianda

Redaksi
2 Min Read

LAMPUNG INDONESIA.Com,LAMPUNG SELATAN – Keluarga besar Pahlawan Nasional Radin Inten II yang juga merupakan perwakilan Keratuan Lampung menyesalkan pembangunan sekaligus kondisi tiga Tugu Tuping di kawasan wisata kuliner Dermaga Bom Kalianda.

Mereka menilai Dinas Kelautan Provinsi Lampung diduga mengabaikan aspek historis dan kehormatan Tuping dalam pembangunan tugu tersebut.

Juru bicara Keratuan Lampung, Yogha Pramana Aji, SH (Raden Mas Kesuma Ratu), menegaskan bahwa tugu itu memang menggambarkan Pasukan Tuping 12, pasukan khusus yang memiliki nilai kehormatan tinggi dalam sejarah Keratuan.

“Saya membenarkan bahwa wajah Tugu Tuping tersebut merupakan wajah Pasukan Tuping 12 milik Keratuan kami,” ujarnya.

- Advertisement -

Namun, Yogha menyayangkan pembangunan tugu dilakukan tanpa adanya komunikasi dengan pimpinan Keratuan.

“Saya belum pernah mengetahui pemerintah berkoordinasi dengan Kakanda kami Dalom Kesuma Ratu sebagai pimpinan Keratuan terkait pembuatan Tugu Wajah Tuping itu,” jelasnya.Ia menekankan bahwa Tuping bukan sekadar topeng tradisional, tetapi simbol keberanian, pengorbanan, dan sejarah panjang perjuangan leluhur Lampung.

“Mereka mesti tahu bahwa Tuping itu bukan topeng yang dianggap lelucon atau hiburan. Bagi kami, Tuping adalah pasukan khusus yang rela berkorban demi Keratuan, penuh pengorbanan darah dan air mata. Masing-masing Tuping memiliki keluarga keturunan,” tegasnya.Selain persoalan koordinasi, Yogha juga menyoroti kerusakan pada tugu yang kini tampak tidak terawat.

“Koordinasi tidak ada, perawatannya pun tidak dijaga. Jadi saya bingung sebenarnya mereka ini maunya apa” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal pihak Keratuan tidak pernah mempermasalahkan pembangunan tugu tersebut meski tanpa koordinasi selama dapat menjadi ikon kebanggaan Lampung.

- Advertisement -

“Dulu kami tidak pernah mempermasalahkan mereka membuat tugu tanpa koordinasi, asalkan bisa bermanfaat sebagai ikon Lampung tercinta.,tapi melihat kondisi ini, jujur saya merasa miris,” ujarnya.

Yogha mengaku enggan menyampaikan persoalan tersebut kepada para pemimpin Keratuan karena khawatir menyinggung perasaan mereka.

“Saya tidak berani membahas hal ini kepada Dunungan kami Radin Imba Kesuma Ratu V ataupun ayahandanya Dalom Kesuma Ratu IV,” tutupnya.(Red)

- Advertisement -

Share This Article
Tidak ada komentar
error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!