Lapor Pak Bupati, Rumah Warga Belambangan Ludes Terbakar, Korban Harapkan Bantuan Pemerintah Daerah

3 Min Read

LAMPUNGID.Com, Lampung Selatan — Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik pasangan suami istri Wandi dan Nur, warga RT 03/RW 03 Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.Peristiwa tersebut terjadi saat rumah dalam keadaan kosong.

Wandi diketahui sedang berdagang keliling, sementara istrinya, Nur, berjualan di pasar sejak pagi hari.Kepala Desa Belambangan, A. Rahmat, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di bagian dapur.

“Sekitar pukul 10.15 WIB muncul percikan api yang diduga berasal dari instalasi listrik di dapur. Api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah,” jelasnya.

Dalam waktu kurang lebih 15 menit, kobaran api melalap seluruh bangunan hingga rata dengan tanah. Warga sekitar bersama Ketua RT dan aparatur desa berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya agar api tidak merembet ke rumah lain di sekitarnya.
Berkat kesigapan dan solidaritas warga, api berhasil dikendalikan.

Namun, rumah korban tidak dapat diselamatkan. Seluruh harta benda milik Wandi dan Nur hangus terbakar, menyisakan pakaian yang melekat di badan.


“Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta hingga Rp70 juta,” ungkap A. Rahmat.

Pasca kejadian, Pemerintah Desa Belambangan langsung melakukan pendataan administrasi dan dokumentasi, serta melaporkan musibah tersebut ke pihak kecamatan untuk diteruskan kepada instansi terkait di tingkat kabupaten. Kepala desa menyampaikan keprihatinan mendalam, terlebih musibah terjadi di bulan suci Ramadan.

“Kami berharap kejadian ini mendapat perhatian dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten. Kami turut berduka atas musibah yang menimpa Pak Wandi dan Ibu Nur,” ujarnya.

Untuk sementara waktu, pasangan tersebut akan tinggal bersama kerabat yang masih berada di desa yang sama.

Atas kejadian ini, Pemerintah Desa Belambangan mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta tidak meninggalkan kompor gas menyala saat rumah ditinggal.

“Musibah bisa terjadi kapan saja. Mari kita tingkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama,” tegasnya

Ia juga mengapresiasi kepedulian dan kebersamaan warga yang bahu-membahu membantu proses pemadaman dan penanganan pascakebakaran.“Kita doakan semoga Pak Wandi dan Ibu Nur diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini. Insyaallah setiap musibah pasti ada hikmahnya,” tutup A. Rahmat.

Atas musibah yang menimpa Wandi dan Nur, masyarakat berharap adanya perhatian serta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, DPRD Kabupaten Lampung Selatan, serta para dermawan untuk meringankan beban korban kebakaran.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!
Exit mobile version