Longsor Gunung Rajabasa: Bupati Egi Naik 3 Km, Tanam Pohon Cegah Bencana Susulan

Hendra Wijaya
2 Min Read

Loading

LampungID. Com, Kalianda — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turun langsung meninjau lokasi longsor di kawasan Gunung Rajabasa, Sabtu (4/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memimpin aksi penanaman pohon sebagai langkah cepat mitigasi bencana untuk mencegah longsor susulan.

Kegiatan ini menjadi respons konkret Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap potensi bencana di kawasan hutan lindung, sekaligus wujud komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Didampingi Sekretaris Daerah Supriyanto dan jajaran pejabat utama, Bupati Egi memulai perjalanan dari Desa Sumur Kumbang. Rombongan menempuh pendakian sekitar tiga kilometer menuju titik longsor yang berada di zona inti hutan lindung.

- Advertisement -

Setibanya di lokasi, Bupati Egi bersama rombongan langsung melakukan penanaman pohon di titik-titik rawan. Sebanyak 50 batang pohon ditanam, terdiri dari jenis beringin dan aren, guna memperkuat struktur tanah.

“Hari ini kita melakukan penanaman pohon sebagai upaya penguatan tanah di area longsor. Ada sekitar 50 bibit pohon yang kita tanam, di antaranya beringin dan aren,” ujar Egi.

Ia menjelaskan, jumlah bibit tersebut disesuaikan dengan kondisi medan yang ekstrem dan faktor keselamatan tim.“Awalnya kita targetkan 200 pohon, namun melihat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan, kita maksimalkan 50 pohon terlebih dahulu di titik-titik paling krusial,” tambahnya.

Lebih lanjut, Egi menegaskan bahwa menjaga kelestarian Gunung Rajabasa merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah penyangga, untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Mencegah jauh lebih baik. Lebih baik kita antisipasi dengan menanam dan merawat pohon sekarang, daripada menyesal di kemudian hari saat bencana terjadi,” tegasnya.

- Advertisement -

Berdasarkan hasil pemantauan, longsor di kawasan tersebut dipicu faktor alam dan bukan akibat aktivitas manusia. Hal ini terlihat dari vegetasi alami yang mulai tumbuh di lokasi kejadian. Selain itu, titik longsor berada di zona inti hutan lindung tanpa aktivitas pertanian atau pembukaan lahan.

Langkah penanaman pohon ini diharapkan menjadi awal dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat daya dukung lingkungan serta meminimalkan risiko bencana di wilayah Lampung Selatan. (Red-Kmf)

Share This Article
Tidak ada komentar
error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!