Ratusan Warga Simataniari Bertahan Hidup dengan Ubi & Jagung, Bantuan Banjir Tapsel Masih Minim

Redaksi
5 Min Read

Loading

LAMPUNG INDONESIA.Com, TAPANULI SELATAN — Kondisi memprihatinkan masih dialami ratusan warga Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), lebih dari sepekan pascabanjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada 24 November 2025. Minimnya bantuan logistik membuat sebagian warga terpaksa bertahan hidup dengan ubi dan jagung sebagai makanan sehari-hari.

Kepala Desa Simataniari, Hasian Harahap, mengatakan bahwa hingga hari ini bantuan yang masuk sangat terbatas. Bantuan baru berasal dari PLTA Batang Toru sebanyak 500 kilogram beras, dan tambahan 250 kilogram beras dari kelompok masyarakat di Kota Pinang.

“Selain itu belum ada bantuan lain yang masuk ke desa kami,” ujar Hasian, Jumat (5/12/2025).

Banjir besar tersebut merendam dua dusun, Sibara-bara dan Setia Baru. Sebanyak 187 kepala keluarga, atau lebih dari 700 jiwa, terpaksa mengungsi setelah air bah merendam permukiman mereka dan menutup akses utama desa.

- Advertisement -

Hasian mengungkapkan bahwa sejak hari pertama bencana, hanya sedikit pihak yang turun langsung melihat kondisi warganya. Minimnya perhatian membuat stok pangan cepat menipis.

“Sebagian warga terpaksa makan campuran ubi dan jagung supaya tetap bisa bertahan,” tuturnya.

Situasi bertambah sulit karena akses jalan menuju dua dusun tersebut tertutup lumpur setinggi 50–60 sentimeter. Drainase yang tersumbat serta halaman rumah yang masih digenangi lumpur membuat proses pemulihan berjalan lambat.

Warga kini bergotong royong membersihkan sekitar tiga kilometer ruas jalan yang tertimbun lumpur. Sebagian pengungsi mendirikan tenda darurat di perbukitan, sementara lainnya menumpang di rumah kerabat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Selatan, Idam Halid Pulungan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan hingga tingkat kecamatan.

“Apakah distribusinya sudah sampai ke seluruh warga, nanti akan kami cek kembali,” jelas Idam.

Sementara itu, Camat Angkola Sangkunur, Daniel, menegaskan bahwa bantuan dari PLTA Batang Toru, KAHMI, dan IOF telah masuk ke wilayah Simataniari, termasuk ke Dusun Sibara-bara. Namun, distribusi ke Dusun Setia Baru masih menunggu laporan lanjutan.

- Advertisement -

“Memang ada informasi bantuan belum terbagi merata. Itu akan kami pastikan segera,” katanya.

Kini, warga Simataniari menunggu penanganan yang lebih cepat dan terarah agar kebutuhan dasar mereka terpenuhi serta akses jalan utama dapat segera dibuka untuk kelancaran distribusi bantuan lanjutan.

LAMPUNG INDONESIA.Com, TAPANULI SELATAN — Kondisi memprihatinkan masih dialami ratusan warga Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), lebih dari sepekan pascabanjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada 24 November 2025. Minimnya bantuan logistik membuat sebagian warga terpaksa bertahan hidup dengan ubi dan jagung sebagai makanan sehari-hari.

Kepala Desa Simataniari, Hasian Harahap, mengatakan bahwa hingga hari ini bantuan yang masuk sangat terbatas. Bantuan baru berasal dari PLTA Batang Toru sebanyak 500 kilogram beras, dan tambahan 250 kilogram beras dari kelompok masyarakat di Kota Pinang.

- Advertisement -

“Selain itu belum ada bantuan lain yang masuk ke desa kami,” ujar Hasian, Jumat (5/12/2025).

Banjir besar tersebut merendam dua dusun, Sibara-bara dan Setia Baru. Sebanyak 187 kepala keluarga, atau lebih dari 700 jiwa, terpaksa mengungsi setelah air bah merendam permukiman mereka dan menutup akses utama desa.

Hasian mengungkapkan bahwa sejak hari pertama bencana, hanya sedikit pihak yang turun langsung melihat kondisi warganya. Minimnya perhatian membuat stok pangan cepat menipis.

“Sebagian warga terpaksa makan campuran ubi dan jagung supaya tetap bisa bertahan,” tuturnya.

Situasi bertambah sulit karena akses jalan menuju dua dusun tersebut tertutup lumpur setinggi 50–60 sentimeter. Drainase yang tersumbat serta halaman rumah yang masih digenangi lumpur membuat proses pemulihan berjalan lambat.

Warga kini bergotong royong membersihkan sekitar tiga kilometer ruas jalan yang tertimbun lumpur. Sebagian pengungsi mendirikan tenda darurat di perbukitan, sementara lainnya menumpang di rumah kerabat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Selatan, Idam Halid Pulungan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan hingga tingkat kecamatan.

“Apakah distribusinya sudah sampai ke seluruh warga, nanti akan kami cek kembali,” jelas Idam.

Sementara itu, Camat Angkola Sangkunur, Daniel, menegaskan bahwa bantuan dari PLTA Batang Toru, KAHMI, dan IOF telah masuk ke wilayah Simataniari, termasuk ke Dusun Sibara-bara. Namun, distribusi ke Dusun Setia Baru masih menunggu laporan lanjutan.

“Memang ada informasi bantuan belum terbagi merata. Itu akan kami pastikan segera,” katanya.

Kini, warga Simataniari menunggu penanganan yang lebih cepat dan terarah agar kebutuhan dasar mereka terpenuhi serta akses jalan utama dapat segera dibuka untuk kelancaran distribusi bantuan lanjutan.(red)

Share This Article
Tidak ada komentar
error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!