Siklus Banjir Tahunan Lamsel Terulang, PC IMM Lampung Selatan Minta Pemkab Ambil Langkah Paten

Hendra Wijaya
3 Min Read

Loading

LampungID.Com, Kalianda– Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Selatan pada Selasa (10/03/2026) kembali memicu banjir di sejumlah titik. Berdasarkan pantauan di lapangan, empat kecamatan yakni Kecamatan Jati Agung, Kecamatan Natar, Kecamatan Tanjung Bintang, dan Kecamatan Tanjung Sari menjadi wilayah yang terdampak cukup parah.

Genangan air dilaporkan merendam sejumlah pemukiman warga serta lahan pertanian produktif. Ketinggian air di beberapa titik bahkan cukup mengganggu aktivitas masyarakat dan akses transportasi lokal.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum PC IMM Lampung Selatan, Meysur Cindy Ahmad Syarif, menyampaikan kritik terhadap pola penanganan banjir oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang dinilai masih bersifat reaktif.

- Advertisement -

Menurut Meysur, penanganan yang dilakukan selama ini cenderung hanya bergerak ketika banjir sudah terjadi, tanpa upaya pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan.

“Fenomena banjir di Jati Agung hingga Natar ini bukan hal baru, ini masalah tahunan. Namun kita melihat pola penanganan Pemkab masih seperti pemadam kebakaran—baru bergerak saat air sudah masuk ke rumah warga. Memang benar bantuan logistik datang saat banjir terjadi, tapi itu bukan solusi akar masalah. Masyarakat tidak bisa terus-menerus hanya diberi bantuan darurat tanpa ada kepastian kapan banjir ini berhenti menghantui mereka,” tegas Meysur.

Ia menilai bantuan logistik memang penting dalam kondisi darurat, namun tidak boleh dijadikan solusi utama. Pemerintah daerah diminta lebih fokus pada pembangunan sistem mitigasi banjir yang permanen.

Berdasarkan data di wilayah Tanjung Bintang dan Tanjung Sari, luapan air kerap dipicu oleh sistem drainase yang tidak memadai serta pendangkalan aliran sungai di sejumlah titik.

“Kita butuh langkah paten, bukan sekadar seremonial pembagian logistik tahunan. Pemkab harus berani melakukan audit besar-besaran terhadap tata ruang dan sistem drainase terintegrasi di empat kecamatan terdampak ini. Jangan sampai anggaran daerah habis hanya untuk penanggulangan dampak bencana, sementara sumber masalahnya tidak pernah disentuh dengan pembangunan mitigasi yang nyata,” lanjutnya.

- Advertisement -

Melalui pernyataan tersebut, PC IMM Lampung Selatan mendesak Pemkab segera menyusun masterplan penanggulangan banjir jangka panjang. Upaya tersebut dinilai penting agar wilayah penyangga seperti Jati Agung dan Natar tidak terus menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Selain itu, normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi, serta perbaikan sistem drainase terpadu dinilai menjadi langkah strategis yang perlu segera direalisasikan guna meminimalisir risiko banjir di masa mendatang. (Red)

Share This Article
Tidak ada komentar
error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!