![]()
LAMPUNGID.COM, Kalianda— Kepala SMKN 2 Kalianda, Drs. Ifraim Azis, M.M., menegaskan bahwa kegiatan yang diikuti oleh peserta didik Kelas X merupakan kunjungan industri, bukan kegiatan study tour. Kegiatan tersebut dilaksanakan ke luar Pulau Sumatera sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Menurutnya, kunjungan industri bertujuan memberikan wawasan langsung kepada peserta didik mengenai proses kerja di dunia industri, budaya kerja profesional, serta kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memperoleh gambaran nyata tentang lingkungan kerja yang relevan dengan kompetensi keahlian yang dipelajari di sekolah.
Adapun lokasi kunjungan industri meliputi wilayah Jakarta, Tangerang, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah instansi dan perusahaan nasional yang menjadi tujuan kunjungan antara lain Hyundai, Toyota, TVS Motor, OPPO, Kementerian Pekerjaan Umum, BPAT Perikanan, Xyrex, serta beberapa mitra industri lainnya.
Kegiatan kunjungan industri tersebut dilaksanakan selama enam hari perjalanan pulang-pergi. Pihak sekolah memastikan seluruh prosedur telah dijalankan sebelum keberangkatan, termasuk memperoleh izin dan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Selain itu, sekolah juga telah menggelar rapat resmi bersama wali murid Kelas X guna menyampaikan tujuan, mekanisme pelaksanaan, serta skema pembiayaan kegiatan.
Terkait pembiayaan, pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan kunjungan industri sepenuhnya dibiayai oleh orang tua atau wali murid dan telah disepakati bersama dalam forum rapat resmi. Namun demikian, saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai besaran biaya per siswa serta jumlah peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut, pihak sekolah menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada keterangan rinci yang disampaikan kepada media.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa saat ini kegiatan yang diperbolehkan untuk dilaksanakan oleh satuan pendidikan adalah kunjungan industri, sedangkan kegiatan study tour belum diperkenankan.
Pihak sekolah kembali menegaskan bahwa kegiatan ini murni bersifat edukatif dan merupakan bagian dari implementasi kurikulum vokasi, dengan tujuan mempersiapkan lulusan SMK yang memiliki kompetensi, kesiapan kerja, serta pemahaman nyata terhadap dunia industri.
Meski demikian, publik masih menunggu keterbukaan informasi terkait kisaran anggaran yang diperuntukkan per siswa dalam kegiatan kunjungan industri Kelas X yang dilaksanakan oleh SMKN 2 Kalianda, guna memastikan transparansi serta menghindari berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, informasi resmi mengenai anggaran per siswa dan jumlah peserta didik yang mengikuti kegiatan kunjungan industri tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Kepala SMKN 2 Kalianda, Lampung Selatan.(tim.red)
