3.000 Guru Tumpah Ruah! di Seminar Nasional PMII Syafi’i Efendi Guncang Lampung Selatan: Titip Pesan Guru Bukan Sekadar Mengajar, Tapi Harus Menginspirasi dan Naik Level!”

4 Min Read

LampungID.Com, Penengahan— Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lampung Selatan sukses menggelar Seminar Nasional bertajuk “How to Be a Great Teacher: Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi” di Aula SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Jumat (3/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Sekretaris Daerah Supriyanto, Plt. Kadis Pendidikan Syaifulloh, Ketua PC PMII Lampung Selatan Nico Mardana, serta sejumlah tokoh pendidikan dan undangan lainnya, termasuk Rektor UIMandiri Dr. Rustono Farady Marta dan Kepala Kemenag Lampung Selatan H. Ahmad Rifa’i.

Sebanyak kurang lebih 3.000 peserta yang terdiri dari guru PAUD, TK, SD hingga SMP, serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Antusiasme tinggi terlihat dari peserta yang mengikuti dua sesi seminar, pagi dan siang.

Ketua PC PMII Lampung Selatan, Nico Mardana, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi tenaga pendidik di daerah, kita adalah anak anak zaman yang tidak boleh diam, kami harus hadir sebagai agen perubahan ,bukan hanya diruang ruang organisasi tetapi juga diruang ruang pendidikan, kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara moral dan sosial, maka guru yang kita cita citakan adalah guru yang membebaskan, mencerdaskan dan memanusiakan manusia.

“Alhamdulillah, para guru sangat antusias. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga pendidik sangat tinggi. Kegiatan ini juga tidak lepas dari kolaborasi pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan Kemenag,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa seminar ini akan menjadi agenda berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kualitas kinerja guru di Lampung Selatan.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam sambutannya menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman, khususnya dalam dunia pendidikan yang kini dihadapkan pada perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
“Dunia hari ini bukan sedang tidak baik-baik saja, tetapi sedang berubah. Peradaban kita bergeser, dan kita harus mampu beradaptasi,” tegasnya.

Bupati Egi juga menekankan bahwa peran guru sangat strategis dalam menentukan masa depan daerah.

Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi kualitas sumber daya manusianya.

“Guru adalah kunci lahirnya generasi hebat. Kemajuan daerah ini ada di tangan Bapak dan Ibu semua,” tambahnya.

Pada sesi pertama dan kedua narasumber nasional Syafi’i Efendi menyampaikan materi inspiratif yang menitikberatkan pada dua hal utama, yakni peningkatan kualitas mengajar dan pengembangan kapasitas diri guru.

Ia menegaskan bahwa tantangan guru saat ini semakin kompleks, sehingga membutuhkan kemampuan yang luas, jaringan yang kuat, serta inovasi dalam pembelajaran.

“Guru tidak boleh berhenti belajar. Harus berani keluar dari zona nyaman, mencari lingkungan baru, dan terus meningkatkan kapasitas diri dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Syafi’i juga mendorong para guru untuk memiliki target pertumbuhan yang jelas, baik dalam pendidikan formal maupun pengembangan keterampilan.

“Misalnya hari ini S1, ke depan harus S2, lalu S3. Hari ini punya satu skill, tahun depan harus bertambah. Guru harus terus hidup dan berkembang,” pesannya.

Ia turut mengapresiasi antusiasme para peserta yang dinilai sangat luar biasa.

“Saya bangga, suasana seminar sangat hidup. Ada tawa, ada haru, dan yang paling penting semangat untuk berubah,” ungkapnya.

Seminar nasional ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya guru-guru inspiratif yang mampu mencetak generasi emas Indonesia, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan.(red/Hb)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!
Exit mobile version