Pemkab Lampung Selatan Perkuat Aparatur Desa, Dorong Pengembangan Desa Berbasis Pitu Vista dan Agroeduwisata

Hendra Wijaya
3 Min Read

Loading

LampungID.Com, Kalianda — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat kapasitas aparatur desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa yang digelar di Negeri Baru Resort Kalianda, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar dan diikuti 50 peserta yang terdiri atas kepala desa, aparatur desa, serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kabupaten Lampung Selatan.

Bimtek yang berlangsung selama dua hari hingga 20 Mei 2026 tersebut difokuskan untuk mendorong pengembangan desa berbasis program unggulan daerah Pitu Vista dan Agroeduwisata, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang adaptif dan berorientasi hasil.

- Advertisement -

Melalui kegiatan ini, Pemkab Lampung Selatan menegaskan komitmennya agar desa tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga tumbuh sebagai pusat inovasi pembangunan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Bimtek juga menjadi forum konsolidasi strategis guna menyelaraskan arah pembangunan desa dengan regulasi daerah, di antaranya Perda Kabupaten Lampung Selatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pemerintahan Desa serta kebijakan pembangunan lingkungan desa yang hijau dan unggul.

Untuk memperkaya materi, panitia menghadirkan narasumber lintas sektor, mulai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, hingga narasumber tamu dari Provinsi Jawa Tengah yang berbagi praktik baik melalui studi banding.

Mewakili sambutan Bupati Lampung Selatan, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menekankan bahwa aparatur desa dituntut tidak sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi juga menjadi pemimpin perubahan di wilayah masing-masing.

“Aparatur desa harus mampu membaca potensi wilayah, menggerakkan masyarakat, membangun kolaborasi, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. Di sinilah pentingnya sinergi arah pembangunan daerah yang dirumuskan melalui tujuh pilar Pitu Vista,” ujarnya.

- Advertisement -

Ia juga menyoroti optimalisasi konsep Agroeduwisata sebagai model pembangunan desa yang mengintegrasikan sektor pertanian, edukasi, dan pariwisata dalam satu ekosistem ekonomi baru. Potensi lokal—mulai dari sawah, perkebunan, hingga hasil bumi—didorong untuk dikemas menjadi destinasi wisata edukatif bernilai tambah yang membuka lapangan kerja dan menggerakkan UMKM desa.

Selain itu, Pemkab Lampung Selatan mendorong implementasi Program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2026. Program ini menekankan pembangunan berbasis lingkungan yang tertata, partisipasi masyarakat, serta aparatur yang melayani secara akuntabel.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, akademisi, Pokdarwis, dan generasi muda, Pemkab Lampung Selatan berharap bimtek ini melahirkan langkah konkret, inovasi berkelanjutan, dan jejaring kerja yang kuat untuk mempercepat kemajuan ekonomi dari desa. (HNR)

- Advertisement -

Share This Article
Tidak ada komentar