![]()
LAMPUNG ID.COM,Palas— Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berupaya memperkuat ketersediaan air untuk mendukung produktivitas lahan pertanian. Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah rencana pembangunan sumur bor dalam untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di wilayah Kecamatan Palas.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung. Sebelum rencana pembangunan direalisasikan, kedua pihak terlebih dahulu melakukan pengecekan langsung terhadap calon lokasi yang akan menjadi titik pembangunan sumur bor.
Pada Senin, 31 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama BBWS Mesuji Sekampung turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan sekaligus memastikan lokasi yang direncanakan sebagai calon titik pembangunan sumur bor dalam di Desa Pulau Jaya dan Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, guna mendukung pemenuhan kebutuhan air irigasi bagi lahan persawahan masyarakat.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lokasi secara langsung dan memastikan calon titik yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Langkah ini menjadi bagian dari tahapan awal sebelum dilakukan pembangunan, sehingga sumur bor yang nantinya dibangun dapat memberikan manfaat secara optimal bagi lahan pertanian di sekitarnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBUN) Kabupaten Lampung Selatan, Mugiyono, S.P., M.M., mengatakan kegiatan pengecekan bersama BBWS merupakan bagian dari upaya memastikan rencana pembangunan tepat sasaran.
“Pada 31 Agustus kemarin, kami bersama BBWS turun langsung untuk kroscek lokasi. Ini untuk memastikan titik-titik yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan sumur bor dalam, sehingga nantinya sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Mugiyono.
Tiga Titik Direncanakan
Mugiyono menjelaskan, dari rencana yang disiapkan, terdapat tiga titik sumur bor dalam yang akan diperuntukkan bagi kebutuhan air irigasi di Kecamatan Palas.
Rinciannya, satu titik direncanakan berada di Desa Pulau Jaya dan dua titik di Desa Bumi Restu.
Ketiga titik tersebut diharapkan dapat menjadi sumber tambahan air bagi lahan persawahan masyarakat, khususnya pada areal yang membutuhkan dukungan pasokan air untuk menunjang kegiatan budidaya.
Menurut Mugiyono, kapasitas sumur bor dalam yang direncanakan juga relatif besar. Setiap satu titik diperkirakan mampu melayani kebutuhan air irigasi untuk 10 hingga 15 hektare lahan sawah.
“Setiap satu titik sumur bor dalam yang akan dibangun BBWS mampu melayani kebutuhan air irigasi seluas 10 hingga 15 hektare lahan sawah. Kapasitas ini jauh lebih besar dibandingkan sumur-sumur kecil milik petani yang rata-rata hanya mampu melayani sekitar 1 hektare per sumur,” ungkapnya.
Dengan kapasitas tersebut, keberadaan sumur bor dalam diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan air. Artinya, satu titik sumber air tidak hanya membantu satu atau beberapa petani, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan irigasi lahan sawah dalam cakupan yang lebih luas.
Membantu Petani Menjaga Produktivitas
Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha pertanian. Pasokan air yang cukup dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman serta membantu petani menjaga keberlangsungan kegiatan budidaya.
Karena itu, rencana pembangunan sumur bor dalam di Pulau Jaya dan Bumi Restu diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada petani melalui tambahan sumber air untuk irigasi.
Dengan adanya sumber air yang lebih dekat dan memiliki cakupan layanan lebih luas, petani diharapkan dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan air tanaman. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendukung produktivitas lahan serta menjaga kesinambungan produksi pertanian.
Selain itu, keberadaan sumur bor juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap sumber air berkapasitas kecil yang hanya mampu melayani lahan dalam luasan terbatas.
Terus Usulkan Penambahan Titik
Pemkab Lampung Selatan melalui Dinas TPHBUN juga tidak berhenti pada rencana tiga titik tersebut. Pemerintah daerah terus berupaya mengusulkan penambahan titik sumur bor di wilayah lain yang membutuhkan dukungan sumber air.
“Kami juga terus berupaya mengusulkan penambahan titik sumur guna menjangkau lebih luas lagi lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air,” jelas Mugiyono.
Menurutnya, semakin luas lahan pertanian yang mendapatkan dukungan sumber air, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya para petani.
Penambahan infrastruktur sumber air juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani
Pembangunan sumur bor dalam tidak hanya dipandang sebagai penyediaan sumber air, tetapi juga sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan sektor pertanian.
Ketersediaan air yang lebih memadai diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan pengelolaan lahan, menjaga produktivitas tanaman, serta mendukung keberlangsungan produksi pangan.
Untuk itu, koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan BBWS Mesuji Sekampung akan terus dilakukan, termasuk memastikan hasil pengecekan calon lokasi dapat menjadi dasar dalam tahapan selanjutnya.
Dengan proses yang dilakukan secara bertahap, mulai dari pengecekan lokasi hingga penentuan calon titik pembangunan, diharapkan sumur bor yang nantinya direalisasikan benar-benar berada pada lokasi yang tepat dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi lahan pertanian di sekitarnya.
Pada akhirnya, upaya pemenuhan air irigasi tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, mendukung ketahanan pangan, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.(***)
