Balapan Liar Kembali Meresahkan Kalianda, Aqrobin AM Soroti Peran IMI dalam Pembinaan Pembalap Muda

5 Min Read

LAMPUNGID.COM, KALIANDA – Aksi balapan liar yang belakangan kembali marak di Kota Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, mulai meresahkan warga. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polres Lampung Selatan telah melakukan razia di depan GOR Way Handak (GWH) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Maraknya aktivitas balapan liar ini menjadi perhatian aktivis sosial kemasyarakatan sekaligus Ketua Umum LSM Pro Rakyat, Aqrobin AM. Ia menyampaikan keprihatinannya dan menilai persoalan tersebut tidak boleh dipandang semata-mata sebagai pelanggaran lalu lintas, tetapi juga sebagai persoalan pembinaan generasi muda.

Menurut Aqrobin, tingginya energi, semangat, dan adrenalin para remaja perlu diarahkan ke kegiatan yang positif. Jika tidak disalurkan melalui wadah yang tepat, potensi tersebut justru dapat menimbulkan keresahan masyarakat dan mengancam keselamatan para pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

“Usia remaja adalah masa ketika semangat dan adrenalin masih tinggi. Kalau tidak diarahkan dengan baik, dampaknya bisa negatif. Jangan sampai potensi anak-anak muda ini justru berujung pada kecelakaan, bahkan kehilangan nyawa secara sia-sia di jalanan,” tegasnya.

Ia menilai, di balik fenomena balapan liar, terdapat potensi dan bakat generasi muda yang seharusnya dapat dikembangkan melalui pembinaan olahraga otomotif secara terarah.

Aqrobin menyoroti keberadaan Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Kabupaten Lampung Selatan yang beberapa waktu lalu telah dilantik langsung oleh Bupati di Aula Lamban Dinas Bupati Lampung Selatan. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peluang besar untuk menjadi wadah penjaringan dan pembinaan bibit-bibit pembalap muda, khususnya di wilayah Kalianda.

“Wadahnya sudah ada. Pemerintah bersama IMI harus peduli dan hadir memberikan solusi. Jangan sampai organisasi hanya sebatas kepengurusan, seragam, dan pelantikan. Harus ada program nyata untuk mencari bibit pembalap, membina mereka, dan mengarahkan energi anak-anak muda ke kegiatan yang positif,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan IMI seharusnya tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi dan seremoni pelantikan. Lebih dari itu, diperlukan langkah konkret untuk menjaring remaja yang memiliki minat dan bakat di bidang balap motor, kemudian memberikan pembinaan agar mereka dapat berkembang menjadi atlet berprestasi.

Menurut Aqrobin, potensi anak muda di Kota Kalianda cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Dengan pembinaan yang tepat, bukan tidak mungkin Lampung Selatan mampu melahirkan atlet balap motor yang dapat bersaing di tingkat nasional, bahkan mengharumkan nama daerah pada ajang yang lebih tinggi.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah bersama IMI Lampung Selatan agar segera menyusun program pembinaan yang berkelanjutan. Langkah tersebut dapat dimulai dengan mendata calon atlet, menjalin komunikasi dengan komunitas otomotif, menyediakan akses latihan di lokasi yang aman, serta membuka kesempatan mengikuti kompetisi resmi sesuai ketentuan.

“Jangan menunggu sampai ada korban jiwa baru semua pihak bergerak. Ini menyangkut tanggung jawab moral kita bersama terhadap masa depan generasi muda. Kalau energi mereka disalurkan melalui wadah yang tepat, sesuatu yang selama ini dianggap meresahkan bisa diarahkan menjadi prestasi,” katanya.

Aqrobin juga mengingatkan agar organisasi yang telah dibentuk dan dilantik dengan melibatkan pemerintah daerah serta sejumlah pejabat tidak hanya menjadi simbol tanpa tindak lanjut yang nyata.

“Jangan sampai kepengurusan sudah dibentuk, seragam sudah dijahit, pelantikan sudah dilaksanakan oleh Bupati dan dihadiri para pejabat, tetapi setelah itu tidak terdengar lagi program konkretnya. Organisasi harus hadir dengan kerja nyata, bukan hanya sebatas struktur kepengurusan,” kritiknya.

Ia menambahkan, penanganan balapan liar membutuhkan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, IMI, komunitas otomotif, orang tua, dan masyarakat. Penegakan hukum tetap diperlukan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya, tetapi upaya tersebut perlu diimbangi dengan pembinaan agar remaja memiliki alternatif kegiatan yang positif.

Menurutnya, balapan liar tidak boleh menjadi jalan bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat dan menguji kemampuan. Mereka perlu diarahkan ke arena serta kompetisi resmi yang memenuhi standar keselamatan, sehingga minat terhadap dunia otomotif dapat berkembang menjadi prestasi.

“Jangan biarkan bakat anak-anak muda Kalianda berhenti di jalanan. Mereka punya peluang untuk berkembang dan membawa nama Lampung Selatan ke tingkat nasional. Pemerintah dan IMI harus hadir untuk membuka jalan itu,” pungkasnya.

Upaya penertiban balapan liar diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembinaan atlet muda. Dengan demikian, keselamatan masyarakat tetap terjaga, sementara potensi generasi muda Lampung Selatan mendapat ruang untuk berkembang secara positif dan berprestasi.(red/Pro Rakyat)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version