LampungID.Com, Kalianda, 26 Juni 2026 – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan menyatakan kesiapan penuh mendukung pelaksanaan Full Scale Exercise (FSE) atau latihan penanggulangan keadaan darurat skala besar yang akan digelar di Bandara Radin Inten II pada 16 Juli 2026.
Kesiapan tersebut ditegaskan Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, saat menerima kunjungan General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, bersama jajaran, di Kantor Damkarmat Lampung Selatan, Jumat (26/6/2026).
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapsiagaan optimal menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di kawasan bandara yang merupakan objek vital nasional.
Kiki Eprina Arieanti menyampaikan, pelaksanaan Full Scale Exercise merupakan agenda wajib dalam sistem keselamatan penerbangan. Latihan ini dirancang untuk menguji kesiapan seluruh unsur terkait dalam merespons situasi darurat secara terpadu dan terukur.
“Latihan skala besar ini akan mensimulasikan penanganan kebakaran, penyelamatan korban, hingga penanggulangan tindakan melawan hukum di lingkungan bandara. Karena itu, kami membutuhkan dukungan personel dan armada dari Damkarmat Lampung Selatan sebagai unsur bantuan eksternal,” jelas Kiki.
Menurutnya, latihan ini akan melibatkan berbagai instansi, baik internal bandara maupun unsur eksternal, guna memastikan seluruh prosedur penanganan darurat berjalan efektif sesuai standar keselamatan nasional dan internasional.
Menanggapi hal tersebut, M. Sefri Masdian menegaskan komitmen Damkarmat Lampung Selatan untuk terlibat aktif dalam latihan tersebut.
“Bandara adalah objek vital nasional yang keselamatannya menjadi tanggung jawab bersama. Damkarmat Lampung Selatan siap mendukung kegiatan ini, baik dari sisi personel maupun sarana pendukung. Kami menyiapkan sedikitnya lima personel untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan latihan,” tegasnya.
Sefri menambahkan, Damkarmat Lampung Selatan saat ini memiliki enam pos pelayanan yang melayani 17 kecamatan dengan cakupan wilayah sekitar 2.000 kilometer persegi. Dalam setiap penanganan kebakaran maupun penyelamatan, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama keberhasilan.
“Penanganan keadaan darurat tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, TNI, Polri, dan masyarakat selama ini terbukti menjadi kekuatan utama dalam setiap penanganan bencana dan musibah,” pungkasnya.(**)
