LAMPUNG INDONESIA.Com,CANDIPURO Dua orang santri Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, dilaporkan kabur dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Kedua santri tersebut masing-masing bernama Fahmi, warga Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, serta Bayu, warga Kabupaten Lampung Timur.
Kepala Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Edy Kuswanto, menyampaikan kepada awak media bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, kedua santri tersebut telah meninggalkan pondok pesantren selama empat hari tiga malam.
“Menurut informasi yang kami terima, terhitung anak-anak tersebut kabur dari Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya sudah empat hari tiga malam,” ujar Edy Kuswanto.
Ia menambahkan bahwa pihak keluarga bersama pemerintah desa telah menanyakan langsung kepada pihak pondok pesantren terkait pembuatan Laporan Polisi (LP). Setelah lebih dari 1×24 jam, pihak pondok pesantren telah membuat LP sebagai langkah resmi penanganan kasus tersebut.
Untuk membantu proses pencarian, disampaikan pula ciri-ciri terakhir salah satu santri, yakni mengenakan sweater biru dan celana abu abu, dengan kondisi rambut sudah digundul atau botak.
Sementara itu, orang tua salah satu santri, Pak Rianto, disebutkan dalam kondisi sangat terpukul dan berharap anaknya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Saya selaku Kepala Desa Kedaung sudah menyampaikan informasi ini kepada rekan-rekan semua, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Edy Kuswanto.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, baik di sekitar Kecamatan Candipuro maupun Titiwangi, agar segera memberikan informasi apabila melihat Fahmi dan Bayu sebagaimana dalam foto yang beredar, kepada pihak berwenang atau pemerintah desa setempat. (***)
