![]()
LAMPUNGID.COM, Kalianda — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelar Gerakan Serentak Penetrasi Pasar Murah sebagai langkah konkret untuk mengendalikan inflasi daerah serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat.
Kegiatan tersebut diawali di Pasar Inpres Kalianda, Rabu (10/6/2026), dan merupakan bagian dari program serentak yang dilaksanakan di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Gerakan penetrasi pasar ini difokuskan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama di tengah kelangkaan dan kenaikan harga Minyakita yang terjadi sejak Mei 2026.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan, Mirliansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Perum Bulog Wilayah Lampung, serta jajaran bidang perdagangan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
“Gerakan penetrasi pasar ini bertujuan menekan laju inflasi daerah, khususnya menyikapi kelangkaan dan kenaikan harga Minyakita sejak Mei 2026. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Mirliansyah.
Di Kabupaten Lampung Selatan, penetrasi pasar dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Pasar Kalianda, Pasar Sidomulyo, dan Pasar Katibung.
Pelaksanaan di Pasar Kalianda berlangsung pada 9–10 Juni 2026, kemudian akan dilanjutkan di Pasar Sidomulyo pada pekan berikutnya, dan ditutup di Pasar Katibung pada akhir Juni 2026.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipatif apabila terdapat tambahan pasokan dari Bulog. Jika stok mencukupi, kegiatan serupa akan diperluas ke Pasar Bakauheni guna menjawab laporan kekosongan stok Minyakita yang sempat terjadi di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah komoditas strategis dengan harga lebih terjangkau, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta Minyakita kemasan 2 liter seharga Rp31.000.
Khusus untuk pembelian Minyakita, masyarakat diwajibkan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mengingat jumlah stok yang tersedia masih terbatas, sehingga distribusi dapat dilakukan secara merata dan tepat sasaran.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak kegiatan dimulai. Seluruh komoditas yang disediakan selalu habis terjual, mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih stabil di tengah fluktuasi pasar.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan, Mirliansyah, menilai tingginya respons masyarakat menjadi indikator bahwa program penetrasi pasar memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Harapan kami, gerakan penetrasi pasar ini dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang stabil serta mencegah terjadinya lonjakan harga, terutama untuk komoditas minyak goreng, beras, dan gula,” kata Mirliansyah.
Untuk memastikan informasi kegiatan menjangkau masyarakat secara luas, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggandeng camat, lurah, kepala desa, serta pengelola pasar dalam melakukan sosialisasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Melalui gerakan penetrasi pasar ini, Pemkab Lampung Selatan berharap stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, serta upaya pengendalian inflasi daerah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (Hr.Kmf)
