Lampung Selatan Bidik Creative Financing 2026, Bupati Egi Dorong Kemandirian Fiskal Lewat Inovasi

Hendra Wijaya
2 Min Read

Loading

LampungID.Com, Kalianda – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengikuti ajang penilaian Creative Financing 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendorong kemandirian fiskal melalui inovasi pembiayaan pembangunan.

Ajang tersebut menilai kemampuan pemerintah daerah dalam menerapkan konsep Entrepreneur Government, yakni pendekatan kreatif dan berkelanjutan dalam menggali serta mengelola sumber pembiayaan daerah.

Dalam pemaparan virtual yang digelar Selasa (14/4/2026), Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan sejumlah strategi pembiayaan inovatif yang telah dan akan diterapkan Pemkab Lampung Selatan.

- Advertisement -

Menurut Egi, upaya tersebut meliputi optimalisasi pajak dan retribusi daerah, penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

“Kami terus menghadirkan terobosan pembiayaan agar pembangunan daerah tetap berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Egi.

Kegiatan ini turut diikuti Sekretaris Daerah Supriyanto bersama jajaran perangkat daerah terkait dari ruang rapat BPKAD. Sementara itu, Bupati Egi mengikuti pemaparan secara daring dari Jakarta.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, menegaskan pentingnya inovasi pembiayaan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Ia menilai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) menjadi tonggak penting dalam mendorong kemandirian daerah.

“Daerah tidak bisa terus bergantung pada transfer pusat. Inovasi dan kreativitas pembiayaan menjadi kunci pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

- Advertisement -

Adapun indikator penilaian Creative Financing meliputi inovasi pajak dan retribusi, pengelolaan BUMD, pemanfaatan CSR, pengelolaan BLUD dan barang milik daerah, hingga penerapan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Aspek digitalisasi seperti SIPD, ETPD, SPBE, serta opini laporan keuangan daerah juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

Rencananya, penganugerahan Creative Financing 2026 Regional Sumatra akan digelar di Palembang pada 22 April 2026, dengan kategori penghargaan untuk satu gubernur, tiga bupati, dan tiga wali kota terbaik. (Red.Kmf)

Share This Article
Tidak ada komentar
error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!