Pembangunan di Sekitar Aliran Sungai Masih Didalami, PU dan BPN Akan Diminta Verifikasi

Hendra Wijaya
4 Min Read

Loading

LAMPUNGID.COM, KALIANDA – Aktivitas pembangunan di sekitar aliran sungai, tepatnya di kawasan depan RSIA Hidayah Ibu, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, masih dalam proses peninjauan dan pendalaman oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melalui Tim Penegakan Peraturan Daerah (Gakda).


Di lokasi tersebut terdapat kegiatan pekerjaan serta struktur konstruksi berupa balok pada bagian pondasi yang berada di dekat tepi sungai. Posisi dan kondisi konstruksi tersebut menjadi salah satu hal yang akan dilihat lebih lanjut dari sisi teknis.


Kasat Pol PP Kabupaten Lampung Selatan, Al Yasir, S.IP., M.M., mengatakan, hasil peninjauan awal belum dapat dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan. Sejumlah informasi teknis dan administratif masih perlu dicocokkan dengan data serta kondisi di lapangan.

- Advertisement -


“Ini masih kami pelajari. Kami akan melihat kembali secara teknis, termasuk posisi balok penahan pondasi tersebut. Pengukurannya juga perlu dipastikan dari titik mana,” ujar Al Yasir.


Menurutnya, beberapa hal yang akan menjadi bahan pengecekan antara lain posisi bangunan terhadap aliran sungai, batas bidang tanah, titik koordinat, dokumen pertanahan, kondisi konstruksi serta keadaan bangunan masyarakat di sekitar lokasi.


Terkait informasi mengenai Sertifikat Hak Milik (SHM) pada bidang tanah tersebut, Tim Gakda akan berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan/BPN untuk mencocokkan data sertifikat, batas bidang dan koordinat dengan kondisi faktual di lapangan.


“Koordinatnya akan kami cek kembali. Karena ada sertifikat, kami juga perlu memastikan batasnya sesuai dengan data resmi. Jadi tidak hanya melihat kondisi secara kasatmata,” jelasnya.


Dari sisi teknis, Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga akan dimintai telaah sesuai kewenangannya, termasuk mengenai kondisi konstruksi, tanah dan posisi struktur di sekitar aliran sungai.

- Advertisement -


Tim Gakda Akan Kembali ke Lokasi
Al Yasir menyampaikan, Tim Gakda akan melakukan peninjauan lapangan kembali pada Rabu, 16 September 2026.


Selain melihat kondisi lokasi, tim juga akan meminta keterangan dari pihak yang melaksanakan atau mengelola kegiatan pekerjaan serta pemegang atau pemilik SHM yang tercatat pada bidang tanah tersebut.


Apabila terdapat keterkaitan dengan badan usaha, pihak yang mewakili badan usaha tersebut juga akan dimintai penjelasan untuk memperjelas kedudukan dan keterlibatannya dalam kegiatan pembangunan.

- Advertisement -


“Kalau memang perusahaan, nanti perwakilan perusahaannya kami panggil. Kami perlu memastikan PT apa, siapa yang mewakili, dan apa keterlibatannya,” jelas Al Yasir.


Keluhan Masyarakat Turut Diklarifikasi
Pendalaman juga mencakup informasi dan keluhan yang disampaikan masyarakat sekitar lokasi.


Pak Yoko, pemilik Rumah Makan Ragil, sebelumnya menyampaikan keluhan mengenai debu serta kekhawatiran terhadap kondisi pondasi bangunannya yang berada di sekitar area pekerjaan.


Informasi tersebut akan diklarifikasi dan dilihat berdasarkan kondisi yang ada di lapangan. Termasuk keterangan mengenai kondisi bangunan sebelum dan setelah aktivitas pekerjaan, sehingga informasi yang diperoleh dapat ditempatkan sesuai fakta yang ditemukan.


Mengenai apakah terdapat keterkaitan antara aktivitas pekerjaan dengan kondisi bangunan, hal tersebut masih memerlukan peninjauan dan keterangan teknis sehingga belum dapat disimpulkan.

Status bidang tanah dan pihak yang berkaitan dengan kegiatan pembangunan juga menjadi bagian dari klarifikasi.


Terdapat informasi mengenai dokumen yang tercatat atas nama pribadi, sementara terdapat pula informasi mengenai keterkaitan dengan suatu perusahaan. Hal tersebut akan dimintai penjelasan kepada pihak terkait dan dicocokkan dengan dokumen yang tersedia.


Hasil pengecekan lapangan, verifikasi data pertanahan serta telaah teknis dari instansi terkait akan menjadi bahan untuk menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.


Terpisah, LampungID.COM telah beberapa kali melakukan upaya konfirmasi kepada pihak pengelola kegiatan untuk memperoleh penjelasan mengenai pekerjaan yang berlangsung di lokasi tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum mendapatkan tanggapan.(Tim/HP)

Share This Article
Tidak ada komentar