Tangis Ismi Ali Pecah di Tanah Papua, Akhirnya Dipulangkan ke Lampung Selatan

Hendra Wijaya
4 Min Read

Loading

LampungID.Com, Kalianda– Tangis pilu Ismi Ali akhirnya menemukan jalan pulang. Warga Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan itu kini dalam proses pemulangan ke kampung halamannya setelah sempat terdampar di Timika, Papua Tengah, dalam kondisi sakit dan tekanan mental berat.


Pemulangan Ismi Ali tidak terlepas dari viralnya kasus Aji, warga Sukajadi, Kelurahan Bumi Agung, yang sebelumnya menjadi korban kerja ilegal dan terlantar di Merauke. Kasus tersebut membuka mata banyak pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, untuk menelusuri warga lain yang mengalami nasib serupa di Tanah Papua.
Keluarga Ismi Ali yang mengetahui kabar tersebut kemudian menghubungi keluarga Aji guna meminta arahan.

Dari komunikasi itu, mereka diarahkan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kementerian Sosial RI, Ahmad Syafaruddin.

- Advertisement -


Ahmad mengungkapkan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama keluarga korban, relawan di Timika, serta Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan.


“Informasi yang saya terima sangat menyentuh. Ismi Ali sering menangis dan terus meminta dipulangkan. Saya beberapa kali melakukan video call melalui relawan di Timika dan melihat langsung kondisi beliau yang sangat memprihatinkan,” ujar Ahmad, Rabu (15/4/2026).


Menurut Ahmad, Ismi Ali saat ini mengalami kelumpuhan akibat stroke disertai tekanan mental yang cukup berat. Kondisi tersebut menjadi alasan utama perlunya percepatan pemulangan agar korban bisa segera mendapatkan penanganan medis yang layak di kampung halaman.


“Kami bersama Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Pak Puji Sukamto, dan jajaran terus berkoordinasi agar proses pemulangan berjalan aman, termasuk pendampingan selama perjalanan,” tambahnya.


Ahmad juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para relawan di Timika yang telah membantu Ismi Ali tanpa pamrih, mulai dari pendampingan harian hingga pengurusan rujukan pengobatan.

- Advertisement -


“Ini adalah wujud nyata solidaritas kemanusiaan. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada relawan Timika,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan, Puji Sukamto, mengatakan pihaknya telah melaporkan kondisi Ismi Ali kepada Bupati Lampung Selatan dan segera mengambil langkah tindak lanjut.


Puji menjelaskan, Ismi Ali telah diberangkatkan dari Timika, Kabupaten Mimika, dan dijadwalkan tiba di Bandara Raden Intan II, Lampung, pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB.

- Advertisement -


“Ismi Ali merupakan korban calo tenaga kerja kapal penangkap ikan. Selama kurang lebih tiga tahun bekerja, korban tidak menerima upah dan kini mengalami stroke serta depresi,” jelas Puji.
Ia menegaskan, pemulangan dilakukan secepat mungkin mengingat kondisi korban yang membutuhkan penanganan medis dan pendampingan secara intensif.


“Alhamdulillah, proses pemulangan berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak, terutama relawan di Timika yang sangat membantu,” ujarnya.


Puji juga menyampaikan pesan Bupati Lampung Selatan agar setiap warga yang mengalami kasus serupa, baik di Papua maupun daerah lain, segera ditindaklanjuti dan mendapatkan pendampingan maksimal dari pemerintah daerah.


Sebagai langkah pencegahan, Dinas Sosial bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lampung Selatan akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya calo tenaga kerja ilegal.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan, baik melalui media sosial, pamflet, maupun grup WhatsApp. Pastikan legalitas dan kejelasan perusahaan agar tidak menjadi korban berikutnya,” tutup Puji.(red)

Share This Article
Tidak ada komentar
error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!