Lampung Selatan – Sebuah musibah menimpa keluarga besar Pondok Pesantren (PPS) Miftahul Huda 606 pada Rabu, ketika kendaraan operasional Suzuki Carry bernomor polisi BE 7783 QC yang membawa santri mengalami kecelakaan di Dusun Kubang Handak, Desa Canggu, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali sebelum menabrak bangunan rumah warga sekitar.
Menyikapi peristiwa ini, Ustad Ahmad Sofyan S. Ag, selaku Dewan Penasihat dan Pengawas Alumni PPS Miftahul Huda 606 menyampaikan keterangan penuh keikhlasan melalui pesan WhatsApp kepada media pada Kamis (23/7). Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak melontarkan dugaan yang belum pasti, dan menyerahkan sepenuhnya penentuan penyebab kejadian kepada proses penyelidikan kepolisian.
“Atas nama seluruh keluarga besar Pondok Pesantren, kami menerima kejadian ini sebagai kehendak Allah SWT. Hingga saat ini kami belum dapat memastikan apa penyebab pastinya—baik terkait kondisi kendaraan, perjalanan, maupun hal lainnya. Mari kita beri waktu dan ruang bagi pihak berwenang untuk menyelidiki dengan teliti, tanpa perlu saling menduga atau menyalahkan,” ujarnya dengan nada tenang.
Musibah ini membawa duka mendalam: dua santri tercinta telah berpulang ke Rahmatullah, sementara enam santri lainnya mengalami luka-luka dan segera mendapatkan pertolongan medis.
“Saat ini satu anak kita masih dirawat dengan penuh perhatian di RSUD Bob Bazar Kalianda, satu orang dirujuk ke Rumah Sakit Airan untuk penanganan lebih lanjut, dan alhamdulillah empat orang lainnya sudah diperbolehkan pulang untuk beristirahat dan menjalani rawat jalan bersama keluarga,” jelasnya.
Di tengah kesedihan yang dirasakan, pihak ponpes menegaskan kehadiran dan tanggung jawab penuh untuk berdiri di samping korban beserta keluarga.
“InsyaAllah kami tidak akan berpaling. Sejak Rabu malam hingga saat ini, kami terus mendampingi setiap proses—mulai dari pemulangan jenazah, pemakaman yang penuh kasih sayang, hingga membantu mengurus segala kebutuhan administrasi, laporan kepolisian, layanan BPJS, dan berkas lainnya agar keluarga tidak merasa terbebani sendirian. Kami akan berusaha sekuat tenaga semampu kami,” tambahnya.
Pihak ponpes juga menyampaikan doa tulus dari hati yang terdalam:
“Kami berdoa semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesabaran yang luas, kekuatan hati, dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Bagi ananda kami yang telah berpulang, semoga Allah menerima segala amal baik mereka, menempatkan mereka di tempat paling indah di sisi-Nya, dan mengampuni segala kekurangannya. Bagi yang masih berobat, semoga kesembuhan segera datang dan kembali sehat seperti sedia kala.”
Ustad Sofyan juga menyampaikan permohonan maaf dan perhatian tulus kepada warga yang rumahnya terdampak akibat kejadian ini. “Kami turut prihatin atas kerugian yang dialami Bapak/Ibu sekeluarga. Perwakilan kami sudah berkunjung untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Setelah urusan saudara-saudara santri selesai dengan baik, kami akan kembali datang untuk bermusyawarah dan mencari jalan terbaik bersama—ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai satu keluarga besar.”
Menutup keterangannya, ia mengajak masyarakat untuk menyikapi musibah ini dengan hati yang damai:
“Setiap ujian pasti ada hikmahnya. Mari kita hadapi dengan kepala dingin dan doa yang tulus, semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa waspada dan saling menguatkan satu sama lain.”(red)
