LAMPUNGID.Com, Kalianda, Lampung Selatan – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata bagi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIBAS Indonesia. Organisasi kemasyarakatan tersebut menggelar kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim di Kantor LIBAS Indonesia, Kalianda, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus dan anggota DPP serta DPK LIBAS Indonesia. Turut hadir perwakilan Kasat Binmas dari Polres Lampung Selatan, Lurah Bumi Agung, tokoh masyarakat, serta tokoh agama di lingkungan sekitar.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti rangkaian acara. Selain menjadi ajang silaturahmi internal organisasi, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, aparat kepolisian, serta unsur pemerintahan.
Ketua LIBAS Indonesia, Khoidir Husni, secara langsung menyerahkan bantuan kepada anak-anak yatim berupa paket nasi kotak, takjil, serta uang santunan. Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian sekaligus bentuk tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Khoidir Husni menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut bukan sekadar agenda tahunan yang bersifat seremonial.
“LIBAS Indonesia harus menjadi organisasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kepedulian terhadap anak yatim adalah tanggung jawab bersama. Ramadan menjadi momentum terbaik untuk memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan arah gerak organisasi yang tidak hanya berfokus pada eksistensi kelembagaan, tetapi juga pada dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
Kehadiran unsur kepolisian, pemerintah kelurahan, serta tokoh masyarakat dalam kegiatan ini menjadi penanda kuatnya kolaborasi lintas elemen di Lampung Selatan. Sinergi tersebut dinilai penting dalam membangun harmoni sosial serta memperkuat peran organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis masyarakat.
Melalui kegiatan ini, DPP LIBAS Indonesia berharap semangat berbagi tidak berhenti pada momentum Ramadan semata, melainkan menjadi budaya organisasi yang berkelanjutan.
Dengan langkah yang terarah dan kepedulian yang konsisten, LIBAS Indonesia menegaskan dirinya sebagai organisasi yang aktif, peduli, dan responsif terhadap kebutuhan sosial masyarakat—tajam dalam komitmen, elegan dalam tindakan.
(HB/HP)
