Pendaftar SPMB SMA Unggulan Lampung Tembus 34 Ribu, Disdikbud: Kepercayaan Publik Terus Meningkat

3 Min Read

LAMPUNGID.COM, LAMPUNG – Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Unggulan di Provinsi Lampung Tahun Ajaran 2026/2027 mengalami peningkatan signifikan.

Jumlah pendaftar tercatat mencapai sekitar 34 ribu peserta didik, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang berada di kisaran 14 ribu pendaftar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di sekolah-sekolah unggulan Lampung.“Alhamdulillah, jumlah pendaftar SPMB SMA Unggulan Provinsi Lampung tahun ini mencapai sekitar 34 ribu peserta. Ini meningkat sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Artinya, kepercayaan masyarakat terhadap sekolah unggulan di Lampung terus tumbuh,” ujar Thomas, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi motivasi bagi Disdikbud Lampung untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, baik dari sisi pembelajaran, sarana dan prasarana, maupun kompetensi tenaga pendidik.

“Kepercayaan ini adalah amanah. Kami akan menjawabnya dengan peningkatan kualitas pendidikan agar sekolah unggulan mampu melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Sebagai dasar pelaksanaan SPMB 2026/2027, Pemerintah Provinsi Lampung telah menerbitkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/148/V.01/HK/2026 tentang petunjuk teknis penerimaan murid baru SMA dan SMK.

Thomas menegaskan, seluruh tahapan SPMB dilaksanakan dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Ia juga memastikan proses pendaftaran hingga daftar ulang tidak dipungut biaya, karena telah ditanggung melalui dana BOS dan BOPD.

Pada tahun ini, penerimaan peserta didik dibagi ke dalam empat jalur, yakni:

Jalur Domisili: 30 persen

Jalur Afirmasi: 30 persen

Jalur Prestasi: 35 persen

Jalur Mutasi: 5 persen

Meski jumlah pendaftar tinggi, Thomas mengingatkan masyarakat untuk memahami keterbatasan daya tampung sekolah unggulan.

“Tidak mungkin semua pendaftar diterima karena kuota sudah ditetapkan. Seluruh proses seleksi dilakukan otomatis berbasis data dan sesuai juknis, sehingga tidak ada ruang intervensi,” tegasnya.

Disdikbud Lampung juga membuka ruang evaluasi dan menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kendala teknis selama proses pendaftaran.

“Tingginya partisipasi masyarakat ini bukan sekadar soal angka, tetapi menjadi sinyal harapan besar terhadap kemajuan pendidikan Lampung. Harapan itu akan kami jawab dengan kerja nyata, inovasi, dan prestasi,” pungkas Thomas.(***)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version