Bupati Pesawaran Dukung Penuh KOPRI Eco Movement 2025: Tanam 5.000 Mangrove dan Gelar Talkshow Lingkungan

4 Min Read

LAMPUNG INDONESIA.Com,Pesawaran, 29 November 2025 — Kegiatan edukasi dan aksi pelestarian pesisir yang diinisiasi Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PB PMII mendapat apresiasi positif dari Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. Agenda bertajuk KOPRI Eco Movement 2025 tersebut meliputi penanaman 5.000 bibit mangrove dan talkshow lingkungan yang berlangsung di Kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyi Nyi, Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Sabtu (29/11/2025).

Bupati Nanda Indira hadir secara langsung didampingi Kadis Kominfotiksan Jayadi Yasa, Kadis Perikanan Zainal Arifin, Plt. Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Plt. Kadis Perkebunan dan Peternakan Arief Budiman, serta Camat Teluk Pandan Salpani.Turut hadir Kabid Pengelolaan DAS Dishut Provinsi Lampung Awal Budiantoro yang mewakili Gubernur Lampung, Ketua Fatayat NU Lampung Wirdayati, tokoh adat, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, serta masyarakat setempat.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup KOPRI PB PMII, Siti Maisyaroh, dalam laporannya menjelaskan bahwa KOPRI Eco Movement 2025 merupakan rangkaian kegiatan nasional dalam rangka Harlah ke-58 KOPRI, sekaligus bagian dari program small grants for Forestry and Other Land Use (FOLU) and Biodiversity. Agenda ini tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga penguatan literasi lingkungan melalui talkshow.

Sudah saatnya perempuan tidak hanya menjadi penonton, tetapi berdiri di garis depan sebagai penggerak kesadaran masyarakat. Isu lingkungan adalah isu masa depan, dan perempuan memegang peranan penting di dalamnya,” tegasnya.

Maisyaroh menambahkan bahwa Pesawaran menjadi titik kedua pelaksanaan program setelah kick off di Mojokerto, Jawa Timur. Selanjutnya, kegiatan serupa akan dilaksanakan pada 17 Desember 2025 di Bogor, Jawa Barat, bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan perwakilan KOPRI se-Indonesia.

Bupati Pesawaran, Nanda Indira, menyampaikan apresiasi kepada PB PMII, KOPRI, serta seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Hal kecil yang kita lakukan hari ini akan berdampak besar bagi masa depan. Penanaman mangrove adalah investasi ekologis untuk keberlanjutan lingkungan dan masa depan anak cucu kita,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa kawasan mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Berkurangnya mangrove bukan hanya menghilangkan pohon, tetapi juga pelindung pantai, habitat biota laut, dan penyangga ekosistem pesisir.

Ia berharap kegiatan ini menjadi awal gerakan yang lebih masif, berkelanjutan, dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

“Saya mengapresiasi KOPRI sebagai organisasi perempuan yang mampu menginisiasi gerakan nyata, bukan sekadar diskusi.

Lingkungan membutuhkan aksi, bukan hanya wacana,” tambahnya.Kabid Pengelolaan DAS Dishut Provinsi Lampung, Awal Budiantoro, turut menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung atas kegiatan tersebut.

“Mangrove bukan sekadar pohon ikonik di pesisir, tetapi benteng alami yang menahan abrasi, meredam gelombang, mengurangi risiko banjir rob, dan menjaga stabilitas garis pantai. Di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi, penanaman mangrove adalah langkah strategis,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan penanaman mangrove secara simbolis oleh Bupati Pesawaran, sesi dokumentasi, serta talkshow lingkungan dengan menghadirkan Ketua Fatayat NU Lampung, Wirdayati, sebagai narasumber. Talkshow ini menjadi ruang bagi perempuan dan generasi muda untuk berperan aktif dalam aksi-aksi positif terkait isu lingkungan.(red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Sory bro, berita ini gak bisa di copy paste !!!
Exit mobile version